Sampah Warga Batam Capai 1.000 Ton/ Hari, StartUp Mounthrash Gagas Recyling Center

Mounthrash adalah salah satu usaha rintisan (startup) berbasis aplikasi digital untuk penanganan sampah di Indonesia,

Sampah Warga Batam Capai 1.000 Ton/ Hari, StartUp Mounthrash Gagas Recyling Center
mountrash_avatar
Jika ada 1.172 unit tahun 2015 menjadi 7.408 unit di tahun 2018, dan sudah ada di 294 kabupaten/kota di 33 provinsi. 

BATAM.ID, TRIBUN —  Produksi sampah unorganik 1,3 juta warga Kota Batam,d i tahun 2019 ini, sudah mencapai 1.000 ton per hari.

Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Nongsa, seperti dikemukakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie, beberapa waktu lalu, tak bisa diandalkan lagi untuk menampung sampah warga yang juga terus bertambah.

Laiknya tren volume sampah plastik di kota besar yang naik hingga 100% dalam 5 tahun terakhir, volume sampah harian ini, sudah menyamai kota-kota besar seperti Palembang (1,100 ton / hari), Medan 2000 ton/hari, Makassar (1.200 ton) per hari, industri dan jaringan pengelolaan sampahnya belum cukup mengatasi pencemaran lingkungan.

Setiap Hari, Dinas Lingkungan Hidup Batam Angkut 1.000 Ton Sampah Rumah Tangga

Kapolres Ucok Ikut Pelatihan Olah Plastik Bekas Sekali Pakai Jadi Bahan yang Bernilai Jual

Aksi bersih sampah di pantai kawasan wisata Lagoi yang digelar Safari Lagoi, PT BRC dan SMA Tunas Bangsa
Aksi bersih sampah di pantai kawasan wisata Lagoi yang digelar Safari Lagoi, PT BRC dan SMA Tunas Bangsa (TRIBUNBATAM.id/AMINUDDIN)

“Fenomana ini talk cukup dengan menambah TPA  saja, tapi harus dimulai dengan  revolusi mental, dan memanfaatkan teknologi digital, untuk mengubah cara-cara konvensional, itulah kenapa akan merambah Batam, dan kota-kota besar lain, kami mulai dengan mengedukasi warga dan stakeholder dulu,” kata Gideon Wijaya Ketaren, Chief Strategic Officer PT Mounthrash Avatar Indonesia, dalam rilis yang diterima Tribun, Senin (22/7/2019).

Mounthrash adalah salah satu usaha rintisan (startup) berbasis aplikasi digital untuk penanganan sampah di Indonesia, mulai tahun 2019 hingga 2022 mendatang.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Dukungan Kerja KemenPUPR ini mengemukakan, aplikasi yang sudah dikembangkan di negara-negara maju Eropa, Amerika, Jepang, Australia, dan China ini, adalah mengubah persepsi warga tentang sampah.

Sampah berserak di sekitar bahu jalan raya sekitar Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sampah-sampah ini merupakan jenis sampah rumah tangga.
Sampah berserak di sekitar bahu jalan raya sekitar Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sampah-sampah ini merupakan jenis sampah rumah tangga. (TRIBUNBATAM.id/Dipa)

“Mountwash ini mengubah sampah itu bukan kotoran yang harus dibuang, melainkan menggantikannya dengan pulsa, iuran BPJS, atau alat tukar membayar rekening listrik atau PDAM,” ujar Gideon.

Berkolaborasi dengan jaringan bank sampah yang sudah lebih dulu dibangun di Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, dan kota-kota besar lain di Indonesia, 

Aplikasi Mountrash ini bisa diunduh oleh siapa saja di PlayStore, GooglePlay atau IOS. Aplikasi ini sudah terhubung dengan supplier (pengumpul), warehousing processor (gudang penyimpanan/pengolahan), transporter (pengiriman/penjemputan) dan industri (pembeli) sampah plastik, termasuk dengan jaringan pembayaran digital bank nasional, LinkAja.

LinkAja Resmi Diluncurkan, Begini Respon Go-Pay

INGAT! Bakar Sampah Rumah Tangga Langgar Perda Kota Batam, Ini Dasar Hukumnya!

12 Hari Gubernur Kepri Nurdin Basirun Ditahan KPK, Ini Permohonan Plt Gubernur ke Calon Haji

Kelak tempat pembuangan sampah plastik, (vending machine, recyle center machine) akan ada di jaringan supermaket seperti Indomaret, kantor BUMN, pesantren, kampus-kampus, terminal, hingga ke pemukiman level RT/RW.

Halaman
12
Penulis: Dipa Nusantara
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved