Musim Haji 2010

Untung ada Restoran Sidoel Anak Madinah dan Bakso Solo

Di sini tersedia aneka warung makan mulai dengan berbagai menu masakan, dari Restoran Sidoel Anak Madinah hingga Bakso Solo

Untung ada Restoran Sidoel Anak Madinah dan Bakso Solo
TRIBUNNEWS BATAM / ISTIMEWA
Restoran Sidoel Anak Madinah hingga Bakso Solo. Foto Ilustrasi
Laporan langsung dari Madinah, Surya Makmur Nasution

Bagi jemaah calon haji (JCH), mencari sarapan pagi setelah solat subuh di sekitar Masjid Nabawi Madinah Almunawwaroh, menjadi kebutuhan. Itu bisa terjadi karena pada pagi hari pihak panitia penyelenggara haji Indonesia tidak menyediakan sarapan pagi. Panitia hanya menyediakan makanan catering pada siang dan malam.

Salah satu tempat yang jadi sasaran untuk mencari sarapan adalah kawasan Taibah. Daerah ini terletak sekitar 100 meter dari pintu timur Masjid Nabawi. Tempat ini jadi kawasan favorit bagi JCH Indonesia, termasuk Kepri, karena selera masakannya hampir sama dengan masakan yang ada di Tanah Air.

Di sini tersedia aneka warung makan mulai dengan berbagai menu masakan, dari Restoran Sidoel Anak Madinah hingga Bakso Solo. Bagi JCH yang mau menikmati bakso, nasi goreng, nasi lemak, nasi rawon, pecel lele, dengan teh atau kopi "O", tersedia di warung-warung ini dengan harganya terjangkau pula. Cukup mengeluarkan uang SR10 (2500 x 1 SR) atau Rp 25.000, sudah dapat menikmati nasi lemak dengan bakso dan teh "O".

Nikmatnya menyantap sarapan pagi di kawasan Taibah karena para JCH dapat nongkrong layaknya  "cafe" yang dinaungi pohon kurma. Bagi yang ingin tahu tempat tersebut, tidaklah mudah. Apalagi bagi JCH yg belum pernah ke Madinah, jika tak rajin-rajin bertanya, belum tentu ketemu. Saya, baru mengetahuinya di hari ke empat setelah sampai di Madinah.

Bagi JCH yang mau tidak pulang seharian karena mau ibadah, di Masjid Nabawi, tidak perlu khawatir. Karena di kawasan yang dipenuhi pedagang pakaian, perhiasan, minyak wangi dan lain sebagainya ini, tersedia makanan lain yang sesuai dengan lidah Indonesia, seperti nasi briani, nasi goreng ayam, atau martabak yang seperti Martabak Har di Nagoya, Batam atau semacam Buffet Pak Haji Tanjungpinang.

Hanya saja, jangan dibayangkan yang jual di Restoran Si Doel Ala Madinah tersebut penjualnya orang Indonesia. Di kawasan Taibah, penjualnya rata-rata orang India. Hanya Bakso Solo penjualnya asli orang Solo.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak sulit untuk menyesuaikan makan yang ada di Jazirah Arab ini. Alhamdulillah, lidah saya termasuk yang menenyangi masakan Arabian seperti nasi briani, kebab, karen, dan lain sebagainya.

Bagi JCH yang tidak paham bahasa Arab, tidak usah khawatir. Para pedagang di kawasan Taibah begitu paham dengan bahasa dengan Indonesia. Asalkan kita berani ngomong yang mau dibeli, insya Allah akan terlayani dengan baik. "Haji... haji... haji... halal... halal... 5 riyal" begitu sapa para penjual menawarkan barang dagangannya. Dan biasanya, jamaah sudah mafhum.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved