Musim Haji 2010

Karpet Mulai Diserbu Jamaah di Mekah

Karpet jadi Serbuan Jamaah

Karpet Mulai Diserbu Jamaah di Mekah
Tribunnews Batam / Istimewa
Surya Makmur
Laporan Langsung dari Mekah Surya Makmur Nasution


TRIBUNNEWSBATAM, MEKAH
-Jemaah haji Indonesia mulai menyerbu toko-toko penjual karpet dan ambal untuk salat di kota Mekah. Selepas salat subuh, sambil berjalan kaki, ramai jemaah mendatangi kios dan toko-toko karpet atau ambal untuk sajadah salat. Tak luput pula para jamaah asal Kepri yang berasal dari embarkasi Batam.

Saya melihat, sulit menahan selera jemaah untuk tidak tergoda membeli karpet atau ambal sajadah. Sekurang-sekurangnya niat membeli untuk kenang-kenangan dari Mekah. Para jemaah bebas memilih karpet yang disenangi buatan dari berbagai negara dengan harganya yang cukup variatif. Namun, jamaah harus hati-hari sebab tidak sedikit karpet itu buatan Cina seperti yang dijual di Tanah Abang Jakarta.

Harga karpet atau ambal sajadah buatan Turki, Arab Saudi bahkan Belgia, lebih mahal karena kualitasnya lebih baik. Hanya saja, semahal-mahalnya karpet atau sajadah, tidaklah lebih mahal dari yang dijual di Batam atau Jakarta. Itu pun sudah termasuk biaya ongkos kirim yang per kilonya hanya  12 Riyal atau Rp 35 ribu saja.

Biasanya, harga karpet atau ambal sajadah yg dijual di kendaraan, harganya agak miring dari yang di toko-toko. Hanya saja, di toko lebih banyak tersedia pilihan warna dan corak. Uniknya, banyak pedagang kagetan yang menjualnya dengan membawa mobil pick up terbuka.

Harga karpet buatan Turki ukuran 2 x 3 meter misalnya, dapat dibeli dengan 900 Riyal atau RP 2,7 juta asja, padahal di Tanah Air harganya Rp 6 juta. Ada ambal sajadah tunggal buatan Turki harganya hanya 20 Riyal atau Rp 60 ribu. Di Tanah Air harganya mencapai Rp. 150 ribu  atau semurah-murahnya di Tanah Abang Rp 85 ribu sampai dengan Rp 100 ribu per lembar atau per kodinya.

Namun, ada juga karakter jemaah yg membeli, niatnya bukan sekadar membawa oleh2, melainkan memang sengaja berbelanja dalam jumlah uang puluhan juta rupiah. Bahkan, ada yang mau membeli dalam jumlah 2.200 riyal Rp 6,6 juta hanya untuk selembar karpet sutra ukuran 2 x 3 meter buatan Turki.

Seorang jamaah yang saya temui memborong banyak karpet. Dapat dibayangkan, berapa harga karpet dan jumlah karpet yang dibelinya jika ongkos kirimnya sampai 2.600 riyal atau Rp 7,8 juta. Ketika hal itu saya tanyakan,  yang bersangkutan mengatakan, "kebetulan rumahnya sedang direnovasi, lalu ingin mengganti barang-barang yang ada di rumahnya."

Bagi yang memiliki kantong tebal, biasanya tidak mau repot-retpot. Mereka akan mengirimkan lewat pos kilat udara angkutan barang, seperti Tiki. Kemudian, barang-barang itu dikirim kapada keluarganya yang lain di Tanah Air.

Hanya saja, bagi jemaah yang hendak membeli karpet atau sajadah, jangan sampai berlebihan. Ingat, toleransi bagai untuk koper besar hanya 35 kilogram. Jangan sampai berlebih bagasi barang bawaannya. Sebab, petugas bandara
tidak segan-segan membongkar dan membuang bawaan barang yg berlebih.

Jika uang living cost 1500 Riyal hanya pas untuk biaya makan sehari-hari dan bayar dam 300 Riyal, dan membeli selembar sajadah atau karpet, jangan dipaksakan berbelanja berlebihan. Berbelanja tentu tidak dilarang. Hanya saja, jangan sampai mengganggu niat menunaikan ibadah haji sebagai tujuan utama ke Makkatul Mukarromah. Wallahu'alam.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved