Jumat, 8 Mei 2026

SMKN 5 Seipelunggu Pakai Kantin untuk Workshop

Bahkan ditahun ajaran kedua kali ini banyak siswa lulusan SMP dan MTs yang banyak lamar

Tayang:
Laporan Ucu Rahman, wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 kelurahan Seipelunggut Kecamatan Sagulung yang semula berstatus SMKN kecil, kini banyak diminati. Bahkan ditahun ajaran kedua kali ini banyak siswa lulusan SMP dan MTs yang  banyak lamar yang ditolak lantaran jumlah kelas masih terbatas.

Hal itu disampaikan oleh kepala sekolah SMKN 5 Agus Sharir, minggu (5/12) disela-sela acara gotong royong (Minggu 5/12). Menurut Agus kehadiran sekolah yang menjadi satu-satunya sekolah berbasis perkapalan tersebut mulanya di memang dianggap tidak begitu menarik. Namun seiring berjalannya waktu maka sekolah yang merilis kemajuan perkembangan ilmu perkapalan di Batam itu menjadi satu daya pikat tersendiri.

"Ini bisa dibuktikan dengan murid yang daftar tahun 2010 baru-baru ini, daya tampung sekolah kita hanya 180 orang tapi yang daftar sekitaran 500 siswa,"kata Agus.

Jumlah yang diterima itu ditambah dengan jumlah siswa kelas dua angkatan pertama, kata Agus pihaknya masih mengalami kesulitan untuk mengatur jadwal mengajar keseluruhan siswa tersebut. Hanya enam kelas yang ada terpaksa membuka double shift untuk memeratakan kegiatan KMB sekolah tersebut."Itupun masih belum maksimal, dua kelas porogram Multimedia kita masih kontrak ruko di Kapling Pelopor seipelunggut,"jelas Agus.

Saat ini kata Agus sekolah yang berbasis ilmu perkapalan murni itu, pihaknya membuka empat program study yakni pengelasan kapal terdiri dari dua ruangan kelas (kelas 1 dan 2 ), kelistrikan kapal 3 ruangan kelas (Kelas 1 dan 2), rancang badan kapal satu ruangan kelas (Kelas 1 ) serta Mulitimedia yang tak terpisahkan dari program yang lainnya terdiri dari 2 ruangan (kelas 1 dan 2).

Melihat peluang sekolah yang bagus di kota yang penuh dengan perusahan perkapalan Agus memintah agar pemko melalui dinas pendidikan Kota Batam agar memperhatikan kondisi kekurangan kelas di sekolah tersebut.

"Sekarang saja ruangan workshopnya masih pakai bangunan kantin sekolah, jadi kami segenap pebgurus sekolah SMKN 5 memohon agar masalah ini diperhatikan,'Pinta Agus.

Terutama menjelang tahun ajaran baru ntahun 2011 nanti. Agus berharap agar ruangan kelas di sekolah tersebut sudah ditambah sesuai daya tampung yang maksimal dari Disdik sendiri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved