Lakalantas di Batam

Truk Terjungkal di Simpang Baloi Merusak Jaringan Telepon

Akibat Rem Blong, Truk Seruduk Pengojek

Laporan Zabur Anjasfianto wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM- Sebuah truk lori yang mengakut bahan samblasting terjungkal, akibat rem blog atau tidak berfingsi di Yos Sudarso tempatnya disimpang lampu merah Baloi. Satu unit motor dan tiang kabel telepon milik PT Telkom menjadi korbannya.

Iswandi sang  pengemudi lori terpaksa banting stir ini dan menghantam
motor tukang ojek, untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal.
Rencananya, Iswandi hendak  menuju Kanbil. Enam karung berukuran besar yang berisikan stambasting tersebut langsung menimpa sepeda motor

Sepanjang jalan Yos Sudarso pun menajadi macet, bahkan beberapa anggota Satlantas Polresta Barelang tampak sibuk mengatur lalu lintas yang melewati jalan tersebut. Sementara pengendara sepeda motor tersebut selamat dari serudukan lori yang diketahui bernompol BP 8635 DX.

Namun, yang menjadi perhatian serius, adalah lori menghantam box pengatur telepon milik PT Telkom. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan jaringan yang belum diketahui pelanggan mana yang dirugikan.

"Rem lori yang saya kemudikan ini blong saat turun bukit disimpang lampu merah baloi. Agar tidak menabrak kendaraan lain dan tidak adanya korban saya langsung membating stir ke kanan, sehingga terbalik dan naik ke pembatas jalan serta menyeruduk ke sepeda motor dan box pengatur telepon,"ujar Iswan.
   
Dia sendiri tidak tahu kenapa rem lori yang dikemudikannya itu tiba-tiba blong. Dia mengaku hanya mendapatkan perintah atasannya untuk mengantarkan samblasting ke salah satu perusahaan di Kabil. "

Saya tidak tahu mas tiba-tiba saja saya pijak rem tidak makan. Tadi waktu keluar dari Batu Ampar remnya berfungsi,"ujarnya.

Sementara, Hendra tukang ojek yang sedamotornya ditabrak itu mengaku sempat melompat setelah mendengar suara pijakan rem dari salah satu kendaraan yang melintas dibelakangnya. Saat itu dia tidak mengetahui kalau lori yang berada dibelakangnya itu sumber suara yang didengarnya.

"Kalau saya tidak lompat mungkin saya sudah tertindih lori dan karung samblasting. Saya pun tidak tahu siapa yang salah dalam kecelakaan ini supir atau saya,"ujar Hendra sambil melihat sepeda motornya yang tertindih samblasting.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved