Pesawat Jatuh

Diduga Pesawat Angkut Mesin Seberat 3 Ton

Menurut sumber Tribun pesawat saat melakukan ujicoba mesin Sabtu (12/2/2011) kemarin bawa beban seberat 3 ton.

Laporan Patrick Nababan, Wartawan Tribunnews Batam

 TANJUNGPINANG, TRIBUN – Jatuhnya pesawat cassa 212-100 memunculkan  spekulasi kesalahan prosedur dalam ujicoba tes penerbangan tersebut. Menurut sumber Tribun pesawat saat melakukan ujicoba mesin Sabtu (12/2/2011) kemarin membawa beban seberat 3 ton.

Padahal, berdasarkan prosedur yang dianjurkan, pesawat yang sedang menjalani uji mesin dilarang membawa beban maksimal. “Pesawat mengalami kelebihan beban karena membawa mesin bekas dengan bobot 3 ton,” kata sumber Tribun yang minta namanya tidak disebutkan, Minggu (13/2/2011).

Mesin 3 ton tersebut, lanjutnya digunakan sebagai simulasi jika pesawat mengangkut penumpang. ”Seharusnya, pesawat itu diterbangkan tanpa beban,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan Tribun, saksi mata sesaat sebelum pesawat jatuh sempat mendengarkan bahwa pesawat tersebut mesinnya hidup mati. Mengenai hal ini, sumber Tribun menjelaskan bahwa kondisi ini memang masuk dalam skenario rencana ujicoba mesin.

“Mesin pesawat memang sengaja dimatikan mesinnya dan dihidupkan kembali. Tapi sayangnya saat mencoba menghidupkan kembali, pilot gagal menghidupkan kembali mesin pesawat tersebut,” jelasnya.

Dengan kondisi mesin yang mati ditambah beban 3 ton yang berada dipesawat, pesawat meluncur deras menghujam bumi. ”Jika tanpa beban 3 ton, para kru kemungkinan bisa selamat semua. Tapi, karena kelebihan beban, maka pesawat tesebut langsung jatuh. Sebenarnya, pesawat tersebut bisa terbang grader (terbang tanpa mesin) dan mendarat darurat di air jika kondisinya tidak seperti kemarin,” urai pria yang lama berkecimpung didunia penerbangan.

Lebih lanjut, sumber Tribun ini juga menceritakan bahwa sesaat sebelum pesawat itu lepas landas, petugas bandara Hang Nadim Batam telah meminta kepada kru untuk menurunkan beban itu. Namun, sayangnya permintaan tersebut tidak dituruti oleh para awak yang ada. ”Petugas kami sudah meminta agar beban tersebut diturunkan saja. Tapi saya heran, kenapa beban itu dibawa juga,” ucapnya keheranan.

Untuk diketahui, pesawat Cassa 212-100 baru saja menjalani pergantian mesin pada 9 Februari lalu. Jika kondisinya berjalan lancar, maka pesawat tersebut dapat dioperasikan kembali pada akhir Februari ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved