Rabu, 10 Juni 2026

Penerimaan CPNS 2010

Ternyata Nurhasanah Gadaikan SK Suami

Nurhasanah Gadaikan SK Suami

Tayang:

Kembalikan uang calon Honorer dan CPNS

TANJUNGPINANG, TRIBUN- Nurhasanah (47) mengaku laporannya ke Polres Tanjungpinang atas dugaan penipuan, bukan untuk menyudutkan mantan pejabat eselon II Kepri, Arn.


Menurut Nurhasanah laporanya tersebut untuk meminta bantuan kepada kepolisian untuk mengembalikan uangnya yang tak kunjung dibayar sebagian oleh mantan Plt Sekda tersebut. Bantuan tersebut diminta oleh Nurhasanah, karena sudah tiga bulan sisa uang tersebut tidak juga dilunasi oleh Arn.


“Sudah tiga bulan pak Arn hanya janji, padahal saya butuh uang tersebut,” ucap Nurhasanah saat dihubungi Tribun, Jumat (18/3).

 

Ibu rumah tangga itu mengatakan sejak tiga bulan lalu, janji untuk melunasi uang tersebut selalu dikatakan oleh Arn. Namun Arn selalu meminta tempo kepada Nurhasanah, menunggu rumah milik Arn terjual.


“Dia selalu meminta tempo, dengan alasan rumahnya yang di Batam belum terjual. Saya tidak bisa juga menunggu lama, karena saya perlu uang untuk membayar angsuran ke Bank,” tutur Nurhasanah. Dia mengaku membayar cas kepada Arn, walau pembayaran secara berangsur.

 

Menurut Nurhasanah pembayaran dilakukan langsung kepada Arn, dan tidak melalui perantara atau bank. Dia mengatakan dirinya langsung yang memberikan kepada Arn, dan pertama kali uang diserahkan di rumah makan milik Arn di Jalan Dompak Lama.


“Saya tidak mau dirugikan, karena saya bayarnya cas,” ucap ibu tersebut. Menurut Nurhasanah, Arn selalu berjanji akan melunasi sisa uang tersebut, namun setelah tiga bulan pelunasan tidak pernah terpenuhi. Arn selalu meminta tempo kepada Nurhasanah, dengan dalih rumahnya yang berada di Batam belum terjual.


“Dia berjanji, akan menjual rumahnya yang ada di Batam untuk melunasi,” ungkap Nurhasanah.

 

Wanita yang sudah lama kenal dengan Arn ini mengaku dirinya meminta bantuan kepada Arn, untuk dapat memasukan anak angkat, saudara angkat, dan familinya untuk menjadi honorer (PTT) dan CPNS di Provinsi Kepri. Karena sudah lama kenal tersebut, dan Nurhasanah selalu memohon kepada Arn akhirnya Arn berjanji akan mengusahakan saudara-saudara Nurhasanah untuk menjadi Honorer (PTT) dan CPNS di kepri.


Sebanyak 8 calon pegawai honorer (PTT) dan 5 CPNS yang diorder oleh Nurhasanah, tidak satupun yang berhasil lulus, bahkan 8 orang PTT yang sudah di SK-kan oleh Gubenurpun hingga hari ini tidak dapat bekerja karena tidak di anggarkan di APBD 2011. “Saya yang memohon bantuan, bukan ditawarkan,” kata istri pensiunan polisi tersebut.

 

Karena Arn berjanji akan mengusahan untuk kelulusan 13 orang tersebut, Nurhasanah mulai mengangsur pembayaran kepada Arn. Menurut Nurhasanah Arn saat itu tidak menetapkan harag untuk satu orang jika diluluskan menjadi pegawai honorer (PTT) dan CPNS.


Ia mengaku hanya dirinya berinisiatif menyerahkan uang tersebut, dengan harga satu pegawai honorer Rp 10 juta hingga Rp 20 juta dan ..........


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved