Finance

Pebisnis Indonesia Telah Miliki Wadah Nirlaba di Amerika

Peresmian Indonesia American Business Council (IABC)

Pebisnis Indonesia Telah Miliki Wadah Nirlaba di Amerika
tribunnews batam / istimewa
Peresmian Indonesia American Business Council yang dihadiri Duta Besar RI untuk AS , Dr. Dino Patti Djalal
Dilaporkan oleh: Dr.Irawan dari Los Angeles

LOS ANGELES- TRIBUN- Peran masyarakat Indonesia yang berimigrasi ke Amerika mulai diperhitungkan oleh pemerintah dari kedua negara. Fatanya, selama 10 tahun terakhir, warga Indonesia di Amerika telah melebihi 100 ribu jiwa.

Berbagai bidang usaha dan pekerjaan ditekuni, seperti bidang industry, professional, perbankan, real estate, import- export, pengacara, dan lain sebagainya. Melihat perkembangan ini, akhirnya komunitas profesional dan pebisnis asal Indonesia di Amerika membentuk   Indonesian American Business Council” (IABC),  Senin, (28/3) waktu setempat,  di hotel legendaris Millennium Biltmore , Los Angeles.. Wadah ini  diharapkan akan menjadi jembatan antara bisnis di Amerika dan Indonesia.

Setelah hampir satu tahun lamanya digodok oleh sekelompok pebisnis , professional dan tokoh masyarakat, akhirnya  dilahirkan  organisasi nirlaba  berdasarkan perundangan 501 (c) (6), di Negara bagian California.  Terpilih sebagai ketua pertama IABC adalah Bapak Rif Wiguna.

IABC bahkan mendapat kehormatan dengan berkenannya Duta Besar RI untuk AS , Dr. Dino Patti Djalal datang sebagai pembicara utama.  Konsul Jenderal RI untuk Los Angeles, Bapak Hadi Martono juga menyatakan dukungannya.

IABC juga telah memperoleh banyak sumbangan pikiran dari para penasehat senior, seperti Ir.Ciputra (Ciputra Group Indonesia) , DR.Frits Hong (ketua umum ICAA), dan Bapak David Sugita (mantan ketua IBS).

Komitmen dari berbagai badan resmi pemerintah-pun berdatangan seperti dari, Konsul Perdagangan dan Ekonomi KJRI- Los Angeles, Bapak Edi Suharto,  Direktur  Indonesian Trade Promotion Center for Los Angeles (ITPC), Bapak Mark Zulfikar, dan Direktur Indonesian Investment Promotion Center for New York (IIPC), Bapak Heldy Putera.

Elemen-elemen lokal dari Amerika serikat sendiri juga tidak sedikit mendukung kehadiran IABC ini, seperti terlihat dengan kehadirannya para pimpinan dari organisasi bisnis kalangan Asia-Amerika , serta para konsul Jenderal negara-negara sahabat menyambut baik keberadaan IABC.    


Rif Wiguna, selaku ketua IABC yang pertama, dalam program kerjanya akan membantu anggota untuk memajukan usahanya dengan memberikan akses-akses jejaring kerja kepada anggota. Selain itu, wadah juga akan  memberikan arahan untuk investasi di Indonesia dan Amerika, membagi informasi mengenai pasar Indonesia kepada kalangan pengusaha Amerika.

Melalui pertemuan bulanannya IABC akan membahas segala permasalahan bisnis yang menyangkut operasional dengan badan-badan resmi, termasuk organisasi pemerintah, maupun non pemerintah.  Secara berkala IABC akan menggelar seminar-seminar yang berkaitan dengan bisnis dan profesionalisme. Penggalangan dana direncanakan dari, resepsi perjamuan makan, lelang (silent auction), turnamen golf, dan picnic tahunan, serta kunjungan kerja keluar negeri seperti ke Indonesia.

" Dedikasi IABC, tidak semata untuk para pengusaha , tapi untuk siapa saja yang berminat . Untuk itu telah ditentukan tiga jenis keanggotaan, yakni ; Corporate, yang bisa memanfaatkan kehadiran organisasi ini untuk pengembangan dan promosi produknya, juga ada keanggotaan sebagai individu, dan mahasiswa,"ujar Rif Wiguna.

Dalam pidato Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika , Bapak Dr. Dino Patti Djalal mengatakan bahwa adalah suatu keistimewaan bagi masyarakat Indonesia di Amerika memiliki wadah organisasi ini, karena Amerika adalah negara yang cukup diperhitungkan oleh dunia, sebaliknya Indonesia yang berpopulasi 240 juta jiwa juga berpotensi besar.

 Dino juga mengakui bahwa banyak orang Indonesia di Amerika tetap mencintai Indonesia, terbukti dari keinginan seorang pengusaha asal Indonesia pemilik Marvell Technology Group yang ingin membantu proyek 1 lap top untuk setiap anak Indonesia, yang kabarnya hanya seharga $70 /lap top.

" Kita berharap akan masih banyak lagi masyarakat Indonesia di Amerika yang bisa berkontribusi untuk memajukan perekonomian Indonesia-Amerika,"ujar Dino dalam sambutan. (r/ded)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved