Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini di Sagulung

Banyak Cara Dilakukan Kaum Ibu Merayakan Hari Kartini

Editor: Sihat Manalu
Laporan Nazarrudin Napitu, wartawan tribunnewsbatam.com

TRIBUN, BATAM - Banyak cara  dilakukan kaum ibu dalam merayakan hari Kartini. Semangat dan antusias tinggi dalam memperingati Hari Kartini terlihat jelas dikalangan ibu-ibu di RW 17 Perumahan Griya Batuaji Asri Tahap V, Kelurahan Sei Langkai, Sagulung.Puluhan ibu-ibu mengikuti berbagai perlombaan seperti menyanyikan lagu Mars PKK, lomba model busana ala Kartini, berpuisi, dance, lomba memasak dan lainnya.

Sosok pahlawan emansipasi kaum wanita itu benar-benar ditiru kaum ibu. Dimana kaum ibu satu persatu tampil diatas panggung, sambil berjalan berlenggak-lenggok dengan busana kebaya ala Kartini.

Bahkan, anak-anak dari kalangan kaum hawa juga turut meramaikan acara itu dengan menampilkan beberapa grup ceerleaders, lagu solo dan lainnya.

Salah-satunya Asa, seorang penyanyik cilik Batam itu tampil dengan menyumbangkan beberapa lagu dihadapan tamu dan kaum ibu disana. Semangat Kartini ini pun diikuti juga oleh anak-anak lainnya, dengan semangat anak-anak itu mendengar lagu yang dibawakan penyanyi cilik bertalenta itu. Selama ini mereka hanya tahu kalau Asa selalu juara dalam beberapa lomba di Batam.

Selain itu, Ibu-ibu nampak anggun saat tampil di panggung sederhana. Mereka makin semangat karena kehadiran Camat Sagulung, Abidun Pasaribu, Lurah Sei Langkai Husen dan beberapa lurah lainnya. Tidak ketinggalan juga dengan para suami dan anak-anaknya juga memberi semangat termasuk sesama ibu-ibu dari masing-masing RT.

Perayaan hari Kartini itu diikuti puluhan peserta kaum ibu yang terdiri dari lima RT setempat.

Eka, Ketua Panitia Pelaksana Hari Kartini, mengatakan, meski dengan anggaran yang sangat terbatas, namun semangat ibu-ibu untuk mengikuti acara itu sangat tinggi. Padahal, hadiah maupun uang pembinaan yang diberikan tidak banyak.

"Warga kita memang sangat antusias mengikutinya. Kita bisa melihatnya dengan tampilnya semua utusan masing-masing RT," ujarnya kepada wartawan
Menurutnya, lomba ini sekaligus mempererat kekompakan warga di sana. Sebab, sesama ibu-ibu yang selama ini jarang bertemu saling kenal. Hal ini tentunya akan memudahkan mereka untuk mencari bibit baru jika ada perlombaan yang bisa diikuti kedepannya.

Untuk menghemat anggaran, masing-masing RT menyediakan keperluan untuk acara tersebut. Misalnya, ada yang menyumbang uang, snack, minuman, kursi, meja keyboard dan lainnya.

Acara ini sengaja dilakukan hari Minggu agar tidak mengganggu bagi ibu-ibu yang bekerja. Selain itu, diharapkan agar bisa disaksikan para suami mereka.

"Sekalian refresh. Karena selama ini, kami hanya di rumah ngurus anak. Kan perlu hiburan juga. Siapa tahu bisa juara," kata Juniasa, seorang ibu peserta lomba busana Kartini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved