Kriminal
KapalMT Namsibang Bermuatan 1800 Ton BBM Dibajak
Kapalnya sudah kita amankan di pelabuhan Ditpolair. ABK dan Nahkodanya masih dalam pemeriksaan...
BATAM, TRIBUN - Kapal Motor MT Namsibang, bermuatan 1800 ton BBM, sesuai manifest, dibajak kawanan perompok di perairan di sekitar perairan Masalembo atau Laut Jawa pukul 17.00 Wib Jumat (15/4/2011) lalu.
Kapal yang berangkat dari Surabaya dengan tujuan Samarinda pada Kamis (14/4/2011) ini dibajak perompak yang menggunakan dua kapal tanker bernama MT 3 Dolphin dan MT TERE.
Kasubak OP Ditpolair Polda Kepri, Kompol Kaspen Marpaung yang dihubungi Tribun membenarkan kejadian ini. "Kapalnya sudah kita amankan di pelabuhan Ditpolair. ABK dan Nahkodanya masih dalam pemeriksaan," kata Marpaung, Kamis (21/4/2011).
Informasi terkait adanya kapal yang dibajak di perairan laut Jawa kemudian di giring ke laut Singapura ini didapat Ditpolair Polda Kepri dari kapal patroli Police Coast Guard Singapura yang menemukan kapal tersebut pada Rabu (20/4/2011).
Berdasarkan informasi itu, Ditpolair lalu melakukan koordinasi dan melaksanakan penyisiran di penyisiran di perbatasan Singapura, menggunakan dua kapal patroli.
Sekitar Jam 14.00 wib dua kapal patroli ini berhasil menemukan MT Namsibang dengan Nakhoda dan crew jumlah 8 orang ABK. Tepatnya di sekitar perairan Batu Ampar Batam, kemudian langsung diadhock ke Mako Dit Polair Polda Kepri.
"Saat ditemukan, sudah tidak ada para pembajak lagi. Tapi informasi selengkapnya hubungi saja Humas Polda, karena sudah diserahkan ke sana," ujarnya.
Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono, yang dihubungi terpisah, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap awak MT Namsibang, para pelaku diidenfikasikan berjumlah 8 orang.
"Ada sekitar 8 orang yang naik ke MT. Namsibang dan semua pelaku memakai sebo. Satu orang bersenjata api jenis FN. lainnya memakai celurit, linggis, sangkur dan berbagai senjata tajam lainnya," kata Hartono.
Oleh dua kapal pembajak ini MT kapal Namsibang diarahkan keperairan Singapura. Kapal patroli Police Coast Guard Singapura pada Rabu (20/4/2011) sekitar pukul 08.00 sudah tidak menemukan lagi para pembajak, karena kapal itu baru dilepas oleh para pembajak empat jam sebelumnya atau sekitar pukul 04.00.
Sebelum diambil keterangannya, tambah Hartono, awak kapal yang dibajak ini terlebih dahulu diperiksa kesehatannya dan semuanya dalam keadaan sehat. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan awal mengenai kronologis kejadian mengecek barang yang hilang.
"Ada beberapa barang yang diambil pembajak yakni; laptop, peralatan navigasi, solar 800 ton, hp milik nakhoda dan abk serta uang tunai sebanyak Rp 15 juta. Ditpolair Polda Kepri akan berkoordinasi dengan Ditpolair Polda Jatim, khususnya mengenai MT 3 Dolphin dan MT Tere yang disebut melakukan perompakan," kata Hartono.