Citizen Journalism

Menikmati Mekarnya Tulip di Swiss

Pernah merasakan musim semi di Switzerland atau Swiss? Tahun ini musim semi di Swiss sangatlah

Menikmati Mekarnya Tulip di Swiss - n1142714722_30126291_7150101.jpg
Olan Ruslan
Menikmati Mekarnya Tulip di Swiss - IMG_2531.jpg
Menikmati Mekarnya Tulip di Swiss - IMG_2550.jpg
Menikmati Mekarnya Tulip di Swiss - IMG_2530.jpg
Oleh : Olan Ruslan

Pernah merasakan musim semi di Switzerland atau Swiss? Tahun ini musim semi di Swiss sangatlah ini. Bunga-bunga bermekaran. Olan Ruslan menuliskan secara langsung dari Swiss untuk pembaca Tribun Batam. Berikut tulisannya

Seperti tahun tahun sebelumnya, musim semi adalah sebuah anugerah. Dikatakan anugerah karena masyarakat Swiss bisa menikmati serangkaian aktivitas di luar serta melihat mekarnya bunga Tulip.

Apalagi, musim dingin lalu sangatlah tidak ramah. Dari cuaca yang gelap dan badai salju serta suhu yang rata rata di bawah nol derajat celcius. Sungguh-sungguh tidak ramah.

Bergantinya ke musim semi menjadikan cuaca lebih hangat. Mungkin karena matahari yang selalu bersembunyi di waktu musim dingin, kini nongol keluar. Ini membuat orang mulai tersenyum, bunga bunga bermekaran dan mulai beraktivitas normal kembali.

Switzerland, negara Eropa yang makmur ini sangatlah asik. Terletak di antara Jerman, Prancis dan Itali, membuat Swiss sangat menarik dari segi lokasi dan sejarah.

Merdeka di tahun 1815, Switzerland terkenal sebagai pusat bisnis dunia, terutama di dunia perbankan. Jadi tidak heran kalau para jutawan kaya raya terbesar dunia menyimpan uang mereka di Switzerland, termasuk Presiden Mesir yang baru terguling Husni Mubarak, Pemimim Lybia Muamar Qadhafi dan Mantan pemimpin Tunisia Ben Ali.

Switzerland juga terkenal sebagai negara yang sangat netral, tidak berpihak kepada negara manapun. Oleh sebab itu banyak kantor organisasi dunia bermarkas di Swiss, diantaranya adalah Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Kantor Pusat Buruh Dunia, Kantor Pusat Kesehatan Dunia dan banyak lagi yang lain.

Bahasa resmi di Swiss adalah bahasa Prancis, German,  Itali dan Inggris. Dengan lokasi dan populasi yang sangat internasional, tidaklah heran kalau orang Swiss menguasai tiga atau empat bahasa sekaligus.

Walaupun posisi Switzerland diapit dengan negara negara besar di Eropa, Ini tidaklah menjadikan Swiss tertinggal. Malah Swiss jauh lebih maju dan sukses dibanding dengan tetanngganya. Dengan pendapatan rakyat rata-rata 600 juta per tahun membuat Swiss menjadi salah satu negara makmur dan terkaya di dunia.

Tidak saja dunia perbankan, Swiss juga sangat sukses di bidang pertanian, peternakan dan arloji. Sebut saja produk Nestle, obat-obat apotek serta jam tangan merek Rolex dan Swatch adalah sebagian dari sekian banyak produk andalannya.

Di  musim semi ini bukan saja cuaca yang berubah tapi juga fashion, mood, tingkah laku, pola makan,  gaya hidup juga ikut berubah. Dari memakai jaket tebal, sarung tangan dan topi kini dengan bebas memakai baju seperti biasa.  

Para pencinta olah raga outdoor pun dapat kembali melakukan hobinya, serta restoran-restoran membuka gerainya di luar agar para customer dapat menikmati cuaca yang indah sambil meminum anggur putih atau merah dan minuman dingin lainnya serta melihat bunga tulip yang bermekaran dimana-mana. Suatu pemandangan yang sangat indah.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved