Fenomena
Buah Nanas ini Memiliki 26 dan 13 Tangkai Buah di Tanjungpinang
Jika Laku Untuk Biaya Pengobatan Stroke
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Karna Wijaya (30) kaget dan was was begitu mengetahui dua pokok nanas di kebunnya ada keanehan yaitu memiliki sebanyak 26 tangkai buah dan satu pokok lagi mengeluarkan 13 tangkai buah nanas. Berkat keanehan itu kebun nanasnya sekitar satu hektar ramai dikunjungi warga dan Karna pun memindahkan dua pokok nanas tersebut dari kebun ke halaman rumah demi keamanan dan memantau perkembangannya.
Karna yang hidup bersama orangtua dan keluarganya menempati satu rumah di tengah kebunnya dengan total seluas kira kira 36 hektar di kawasan Desa Sumber Rejo, Kilometer 13 Tanjungpinang. Dari sekian banyak hektar itu hanya sekitar satu hektar yang ditanami nanas muat sekitar 6 ribu pokok atau pohon. Anehnya, dari ribuan pokok nanas itu hanya dua pohon saja yang mengeluarkan buah 26 tangkai dan 13 tangkai buah nanas.
"Biasanya kami tanam bibit nanas dalam waktu setahun sudah buah. Ini adalah buah pertama dari pokoknya dan tanpa firasat apapun tiba tiba mengeluarkan tangkai 26 dan 13 buah nanas. Entah apa hubungannya, sejak pokok nanas itu saya pindah ke halaman rumah malah ayahku Sabudin (60) terserang penyakit stroke," kata Karna Wijaya, Selasa (31/5) yang ditemui di kebunnya.
Diketahui, pokok nanas biasanya sejak ditanam hingga berbuah membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Buah nanas yang bertangkai banyak itu sekarang sudah umur tiga bulan. Sejak pertama keluar dari tangkai sudah tampak aneh karena bulatannya di pucuk pohon lebih besar dari biasanya. Dan begitu keluar tangkainya terus berkembang makin banyak hingga 26 tangkai dan satu pohon lagi mengeluarkan 13 tangkai nanas dengan ukuran beda beda.
Awal munculnya buah itu seperti berbentuk kipas dan makin hari tambah aneh karena mengembang membelah hingga menjadi buah nanas yang bergerombol dalam satu pokok saja. Begitu makin terkenal dari mulut ke mulut informasi itu maka warga pun ramai berdatangan untuk menyaksikannya. Karena khawatir dicuri orang, dua pokok nanas itu dipindah ke halaman kebun rumah.
Akses menuju kebunnya adalah jalan tanah masuk di dekat bandar udara Raja Haji Fisabilillah. Di kebunnya selain ditanami nanas juga ada berbagai jenis buah pisang, ubi jalar, singkong, keladi, durian dan karet atau pohon getah.
Menurut pengakuannya, karena kurang modal maka tidak semua lahan ditanami bibit buah atau pertanian. Apalagi sekarang tenaga untuk merawat kebun berkurang karena ayah Karna menderita stroke ringan bersamaan dengan munculnya buah nanas yang aneh tersebut.
"Sejauh ini sih belum ada yang mau membeli. Tapi siapa tau nanti dimuat di koran Tribun kemudian ada pejabat yang berminat untuk hiasan di taman, bisa juga. Sekalian kalau harganya cocok bisa untuk mengobatkan ayah saya yang menderita stroke ringan," ungkap Karna Wijaya.