Smart Women

Mengambil Hikmah Wisata Ibadah

Menjalankan ibadah sekaligus berwisata dapat menyegarkan pikiran.

Laporan Rio Batubara, Wartawan Tribunnewsbatam.com

Bisa menjalankan ibadah sekaligus berwisata untuk menyegarkan pikiran kerap menjadi pilihan sejumlah kalangan. Terutama bagi yang memiliki dana cukup.

Terlebih, saat ini banyak biro perjalanan yang mulai menawarkan paket-paket wisata ibadah dengan harga yang kompetitif tanpa mengurangi kesakralan selama menjalankan panggilan hati untuk mendekatkan diri dengan Sang Ilahi.

Bagi kaum muslim, ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah menjadi pilihan untuk beribadah. Sementara bagi umat Nasrani, ada juga beberapa daerah tujuan untuk beribadah seperti ziarah ke Tanah Suci Jerussalem dan Bethlehem.

Direktur Nettour Batam, Syarifah Budiwati mengaku memilih umrah sebagai bentuk persiapan sebelum bisa menunaikan ibadah haji.

"Kalau menunggu naik haji, kelamaan dan butuh dana tak sedikit. Karena itu saya memutuskan untuk umrah terlebih dahulu sekalian persiapan untuk naik haji ke depannya,” ujar Ibunda Jenny Chairani, Muhammad Iqbal, dan Muhammad Haikal Effendy ini, kepada Tribun, Kamis (30/6/2011).

Keinginan untuk beribadah umrah tersebut, diakui Syarifah sudah lama terpendam di hati kecilnya. Dorongan itu dirasakan sejak melahirkan anak keduanya dan juga dorongan dari orangtuanya.

"Menjalankan umrah merupakan panggilan hati bagi saya. Saya pun berangkat bersama suami untuk menjalankan ibadah umrah," ungkap wanita berjilbab yang pergi ke Tanah Suci dua tahun lalu tersebut.

"Saya ingin beribadah dan beramal di Mekkah. Selain itu, saya memohon diberikan kemurahan rezeki terhadap keluarga saya. Tuhan itu baik, semua keinginan saya dikabulkan secara bertahap," ceritanya.

Keinginan menjalankan wisata ibadah juga dirasakan Endang Kusuma. Wanita yang berprofesi sebagai Polwan di Polresta Barelang Batam ini mengaku, rindu melihat tempat yang memiliki makna khusus bagi umat Kristiani seperti Jerusalem dan Bethlehem di Israel.

"Karena iman yang mendorong keinginan tersebut," ujar ibu tiga anak ini. Endang mengungkapkan keinginan untuk melakukan wisata  ibadah ini sejak 2007 dan baru tercapai tahun 2010 lalu.

"Saya dan suami telah merencanakan ini sejak tahun 2007. Namun keinginan untuk pergi bersama suami tak terkabulkan karena suami meninggal tahun 2009. Akhirnya saya berangkat sendiri tahun 2010," ceritanya.

Akhir Juni 2010, Endang berangkat bersama rombongan menuju Jerusalem. Keinginannya untuk melihat tempat-tempat sakral seperti di mana Yesus dilahirkan, disalib atau di taman bahagia di mana Yesus memberi makan lima ribu orang bisa terkabulkan.

"Sungguh pencerahan bagi saya. Ini merupakan keajaiban Tuhan semua yang difirmankan-Nya sungguh terjadi melalui tempat-tempat yang saya kunjungi," ceritanya.

Menurut Kamaruddin Saban, pemilik Nettour Batam, wisata ibadah seperti umrah merupakan bentuk kerinduan setiap umat muslim. Sama halnya dengan naik haji.

Namun dengan lamanya menunggu kuota hingga lima tahun dan membutuhkan biaya tak sedikit, membuat banyak orang terlebih dahulu memilih melakukan umrah.

"Biaya untuk umrah masih relatif terjangkau dan dapat dilakukan kapan saja. Hal ini membuat banyak umat muslim yang tertarik untuk umrah," ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Udin ini mengatakan, ibadah umrah tak sekadar untuk jalan-jalan saja, namun juga untuk beribadah dan beramal.

"Selama berada di Mekkah, jemaah juga melakukan zikir, baca alquran, dan salat. Para jemaah tak akan melepaskan kesempatan untuk salat di Mekkah karena akan mendapat pahala seratus ribu kali dibanding salat di rumah," jelasnya.

Begitu juga penuturan Simon Budi, Direktur Kurnia Djaya Wisata Tour and Travel. Pria yang akrab dipanggil Budi Simon ini menuturkan kebanyakan umat kristiani yang melakukan wisata rohani atau ziarah ke Tanah Suci untuk mempertebal iman mereka.

"Selama ini, keberadaan Kota Jerusalem dan Betlehem hanya didapat dari kotbah-kotbah pendeta di hari Minggu. Melihat secara langsung tempat-tempat bersejarah tersebut membuat umat kristiani akan semakin dikuatkan imannya," ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil Simon ini mengaku wisata rohani ini diisi kebaktian dan renungan yang dilakukan oleh pendeta atau pastur.

"Setiap pagi sebelum berangkat ada kebaktian. Begitu tiba di tempat tujuan akan dilakukan ibadah singkat. Biasanya apabila malam akan ditutup dengan ibadah malam hari. Ibadah tersebut menjadi salah satu rutinitas dalam wisata rohani," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved