Citizen Journalism

Memperkokoh Kemitraan Melalui Bhakti Pelayanan Prima

Semangat Polres Karimun Peringati HUT ke-65 Bhayangkara

Memperkokoh Kemitraan Melalui Bhakti Pelayanan Prima
tribunnewsbatam/ istimewa
AKBP BENYAMIN SAPTA

Hari ini adalah hari yang paling bersejarah bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Satuan Korps Baju Coklat itu secara serentak memperingati hari jadinya ke-65 yang jatuh pada 1 Juli 2011.

BERAGAM catatan penting mewarnai perjalanan panjang lahirnya Polri. Sejak Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Polri telah didaulat untuk mengemban multi tugas nan berat. Menjaga keamanan masyarakat, sekaligus ikut bertempur mengusir penjajah dan menumpas pemberontak.

Dalam perjalanannya, Polri mengalami perubahan kedudukan dalam tatanan pemerintah NKRI. Polri menjadi rebutan antara dibawah Depdagri atau dibawah Departemen Kehakiman (1945-1946 ), Polri berada dibawah Perdana Menteri (1 Juli 1946-1950),  berada dibawah Perdana Menteri/Menteri Utama (1950-1959),

Polri mempunyai departemen tersendiri yaitu Menteri Kepolisian (1959-1961), dan

Polri masuk bagian dari ABRI yang kedudukannya dibawah Menteri Pertahanan dan Keamanan (1961-1999).

Sejak reformasi pada 1998, masyarakat mendesak pemerintah agar kedudukan Polri mandiri. Sehingga dikeluarkanlah Undang-Undang No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mengamanatkan bahwa kedudukan Polri telah mandiri yaitu berada langsung dibawah Presiden RI hingga sekarang.

Kemandirian Polri telah membuka harapan masyarakat terhadap peran, fungsi, dan tugas kepolisian. Masyarakat berharap, Polri tampil menjadi sosok yang melayani, proaktif, transparan, dan akuntabel sehingga mampu lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri. Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolri Jendral Polisi Drs Timur Pradopo pada Uji Kepatutan dan Kelayakan Calon Kapolri dihadapan Komisi III DPR RI pada 14 Oktober 2010 lalu yaitu :

 (1) Sosok Polri yang melayani adalah mampu memberikan pelayanan kepolisian yang lebih cepat, lebih mudah, lebih baik, dan lebih nyaman kepada masyarakat dengan memenuhi standar mutu pelayanan dan tingkat kepuasan masyarakat. Secara eksternal menjadikan Polri sebagai public service organization, secara internal dapat menerapkan budaya atasan melayani bawahan (servant leadership).

(2) Sosok Polri yang proaktif adalah mampu mengetahui secara dini situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, serta mampu menjalin kerjasama yang sinergis dengan pihak yang berkompeten untuk dapat mengatasi permasalahan dengan solusi yang tepat. Secara eksternal mampu meningkatkan kepekaan, responsif, inisiatif, dan tegas mengatasi pelanggar hukum, secara internal mampu bertindak proaktif mencegah pelanggaran dan penyimpangan serta mengambil tindakan tegas terhadap personel  yang melanggar hukum.

(3) Sosok Polri yang transparan mampu memberikan informasi yang diperlukan masyarakat secara terbuka dan proporsional. Secara eksternal, Polri mampu membuka akses informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, secara internal Polri mampu bersikap terbuka, bersedia menerima komplain dan kritik serta dapat memberikan respon yang baik.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved