School to school
SMP Ibnu Sina Berantas Buta Aksara Al Quran
SEBAGAI sekolah berbasis Islam, SMP Ibnu Sina Batam memiliki program belajar keagamaan lima jam setiap minggunya
Laporan: Rio Batubara, Wartawan Tribunnewsbatam.com
SEBAGAI
sekolah berbasis Islam, SMP Ibnu Sina Batam memiliki program belajar
keagamaan lima jam setiap minggunya. Padahal, sekolah lain biasanya
hanya dua jam setiap minggu.
Hal ini tentu saja sesuai tujuan sekolah
Ibnu Sina untuk menciptakan dan membina insan yang berilmu, beramal
soleh dan takwa kepada Allah SWT demi kebahagiaan hidup di dunia dan
akhirat.
Menurut
Ibu Mardiyah, Kepala sekolah SMP Ibnu Sina Batam, program belajar
tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang
Agama.
"Kami ingin mendidik siswa yang tak hanya memiliki ilmu yang
tinggi namun memiliki iman dan beramal soleh. Sehingga apabila berada
di tengah masyarakat lulusan SMP Ibnu Sina bisa berkarya dengan baik,"
ujarnya.
Salah
satu misi SMP Ibnu Sina adalah memberantas buta aksara Al Quran. Untuk
itu, siswa dilatih oleh tiga guru qoriah. Ibu Mardiyah menjelaskan,
budaya membaca Al Quran yang mengakar harus terus dilestarikan. Unsur
religius dan pesan moral yang disampaikan sangat mendalam ketika
membaca Al Quran.
"Kegiatan
ini sebagai salah satu pendongkrak keimanan para siswa-siswi agar
memiliki bekal menghadapi tantangan ke depan. Sehingga mereka akan
memiliki pemahaman sedini mungkin," terangnya.
Ibu
Mardiyah berharap dengan adanya kurikulum ini mampu memberantas buta
aksara Al Quran. "Tak hanya itu kami berharap untuk ke depannya SMP
Ibnu Sina mampu menelurkan qori dan qoriah berprestasi. Untuk tahap
awal kami dapat berbangga hati salah satu siswa kami berhasil meraih
juara tiga dalam perlombaan kaligrafi 2011," ungkapnya. (dri)