KLB PSSI Pertaruhkan Nasib Sepakbola Indonesia
Beberapa saat lagi, nasib sepak bola Indonesia dipertaruhkan
SOLO, TRIBUNNEWSBATAM.COM - Beberapa saat lagi, nasib sepak bola Indonesia dipertaruhkan. Memang, seandainya KLB melahirkan ketua baru, sepak bola Indonesia belum tentu menangguk untung. Namun, itu lebih baik karena kerugian sudah pasti milik kita, jika hasil kongres tidak sesuai agenda.
Melihat peta persaingan saat ini, ada tiga nama yang layak untuk diperhitungkan. Mereka adalah Achsanul Qosasih, Djohar Arifin dan Agusman Effendi. Dua nama terdepan sama-sama mengklaim dapat limpahan suara dari pendukung Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro, yang tetap tak boleh maju mencalonkan.
Agusman? Nama satu ini punya massa tersendiri yang jumlahnya diprediksi sudah cukup untuk menyaingi Achsanul dan Djohar. Itu belum mempertimbangkan kemungkinan ia bergabung dengan Erwin Aksa.
Tentu masih ada figur yang juga layak diperhitungkan seperi Sutiyoso, Yapto S Suryosumarno, Iman Arif dan Adham Dambea. Meski kekuatan mereka tak sekuat Achsanul, Djohar dan Agusman, kejutan mungkin terjadi.
KLB 9 Juli ini sendiri mengagendakan pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan 9 anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015. Mari berharap, siapapun yang terpilih bisa benar-benar sosok yang punya niatan baik untuk sepak bola Indonesia. Sosok yang terpilih bisa memperbaiki kualitas kompetisi nasional dan dengan begitu merintis jalan menuju prestasi lebih baik di kancah internasional.
Berikut calon yang akan bersaing untuk mengisi posisi di kepengurusan PSSI 2011-2015:
Calon ketua umum: Achsanul Qosasi, Adhan Dambea, Agusman Effendi,
Johar Arifin Husein, Erwin Aksa, Habil Marati, IGK Manila, Iman Arif, Indra Muchlis, Yapto S Suryosumarno, Yusuf Rizal, Robertus Indratno, Sarman, Sutiyoso, Syarif Basytaman, Tahir Mahmud, Wahidin Halim, dan Yesaya Buinei. Calon wakil ketua umum: Achsanul Qosasi, Adhan Dambea, Adhyaksa Dault, Agusman Effendi, Erwin Aksa, Farid Rahman, Iman Arif, Irawadi G Hanafi, Iwan Budianto, Mahfudin Nigara, Rahim Sukasah, Robertus Indratno, Ronny Kusuma, Syarif Bastaman, Tri Gustoro, dan Wahidin Halim.
Calon anggota Komite Eksekutif: Achsanul Qosasi, Adhan Dambea, Adrian Djamaludin, Adhyaksa Dault, Ahmad Syauqie, Suratno, Ahmad Zaki Iskandar, Jazuli Isa, Andi Rukman, Arya Whisnuardi, Bambang Irianto, Bob Hippy, Choking Susilo Sakeh, Djamal Aziz Djohar Arifin Husaen, Dodi Reza Alex, Erwin Aksa, Erwin Dwi Budiawan, Farid Rahman, Firmandez Habil Marati, Hadiyandra, Hasan Basri Herman Chaniago, Hinca IP Pandjaitan, Husni E Hasibuan, IGK Manila, Iman Arif, Irawadi D Hanafi Iwan Budianto, J Erwiantoro, Kadir Halid, Kaharudin Syah, La Nyalla M Mattalitti, Mawardy Nurdin, Oyong Liza, Roberto Rhouw, Said Mursal, Saleh Mukadar, Sihar Sitorus, Diza Rasyid Ali, Syahrial K Damopoli, Tondo Widodo, Toni Aprilani, Tri Gustoro, Tuti Dau, Wahidin Halim, Widjayanto, Widodo Santoso, Zainudin Hamid, Zulfadhri, dan Yuyun Wirasaputra. (kompas)