Legislatif
Dewan Optimis 90 Persen Target PAD Tercapai
Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Batam, Aris Hardy Halim
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Batam, Aris Hardy Halim menyayangkan sikap Pemko yang tidak optimis dalam hal pendapatan. Sehingga dengan mudahnya mengatakan terjadi defisit dalam APBD 2011, padahal tahun anggaran belum berakhir.
"Memang ada bagian-bagian dari pos pendapatan yang momentumnya baru diterima Pemko akhir tahun. Kalau di April realisasinya kecil ya wajar. Yang penting Pemko optimis," kata Aris, Selasa (9/8/2011).
Menurut Aris, Selasa malam, tim banggar dewan akan rapat dengan tim Pemko Batam. Dari rapat ini akan dilihat SKPD apa saja yang akan melakukan pemotongan proyek pembangunan atau siapa saja yang mengatakan tidak sanggup membangun.
Dari perkiraannya, jika Pemko optimis maka sekitar 90 persen target PAD bisa tercapai. Karena di pertengahan tahun, ada beberapa pos yang sudah melampaui target.
"DPRD tidak pernah ngomong defisit. Kami optimis bisa dicapai. Sekitar 90 persenan bisa tercapai," kata Aris.
Terkait pembatalan proyek-proyek pembangunan, belum ada satupun yang disetujui dewan. Karena belum dibahas secara resmi. Kalau ada pernyataan dibatalkan maka itu datang secara sepihak dari Pemko.
"Kalau sudah ada pernyataan resmi dari dinas ya harus dipertanggungjawabkan ke masyarakat. Karena sudah kita sampaikan ke masyarakat, mau dibangun jalan di sini, di sini, di sini. Kalau tidak jadi harus mereka jelaskan ke masyarakat," kata Aris.
Politisi PKS ini menilai, defisit yang selalu digaungkan Pemko bukan karena tidak mampu menjalankan keuangan daerah. Tapi lebih kepada masalah optimisme untuk mencapai target yang sudah dibuat.
Jika Pemko bertahan dengan kondisi yang ada, maka ada beberapa rambu yang akan diawasi dewan. Pertama yaitu jangan memotong proyek fisik prioritas, misalnya sekolah. Kedua jangan memotong kesejahteraan pegawai. Dan ketiga jangan memotong pos-pos yang terkait pelayanan langsung ke masyarakat, seperti kecamatan atau puskesmas.
"Selebihnya kalau mau dipotong tanggung jawab Pemko ke masyarakat," kata Wakil Ketua III DPRD Batam ini.
Dalam rapat nanti, Aris juga akan menanyakan kepada Dinas Tata Kota kenapa tiga sekolah tidak jadi dibangun tahun ini. Padahal sudah dianggarkan.
"Akan kami tanyakan alasannya kenapa. Kalau masalah waktu kenapa tidak ditenderkan sejak April. Kalau soal anggaran, kenapa sepertinya dibuat opini jangan membangun banyak-banyak, nggak ada duit. Ini kan menunjukkan tidak optimis sejak awal," kata Aris.