Jumat, 5 Juni 2026

Saum Ramadan

Puasa Bisa Mengurangi Diabetes

Puasa Mengurangi Diabetes

Tayang:
Laporan Candra P Pusponegoro Wartawan Tribunnewsbatam.com


 BATAM, TRIBUN
- Dibalik ujian menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu
selama berpuasa di bulan Ramadan, ternyata ada banyak manfaat yang luar biasa
bagi kesehatan. Pernyataan menarik ini diungkap dari sebuah penelitian yang menyebutkan, perut adalah sumber penyakit dan dengan menjaganya dari aktifitas makan dan minum merupakan obat dari penyakit itu sendiri.

Hal ini dijelaskan oleh Ustad Abdul Razak Muhidin dari Masjid Agung Batam sebagai narasumber Talkshow Ramadan Tribun Batam dalam taushiahnya di Mega Mall Batam Centre Kepri, Senin (15/8) kemarin. Dalam kesempatan itu, Abdul Razak Muhidin menegaskan hanya dengan puasa akan menghasilkan manfaat yang tidak didapatkan selain menjalankan puasa.

"Dengan mengerjakan puasa maka otomatis perut terjaga dari asupan makanan yang
berlebihan yang mungkin membahayakan tubuh dan kesehatan," jelas Ustad Abdul
Razak Muhidin disela-sela acara.

Dari sinilah, berpuasa ternyata mampu menurunkan berat badan tubuh seseorang. Berkurangnya masukkan energi pada orang berpuasa membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan di dalamnya. Yakni mengambil simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi.

Tidak heran apabila setelah menjalankan puasa selama 29 sampai 30 hari tubuh akan berubah bentuknya dan berkurang bobotnya hingga sekitar 5 kilogram. Selain  itu, puasa bisa mencegah terjadinya penyakit stroke. Alasannya puasa dapat memperbaiki kolesterol dalam darah.

Berdasarkan penelitian yang ada, puasa bisa meningkatkan high density lipoprotein (HDL-kolesterol baik) dan menurunkan lemak trigliserol (pembentuk kolesterol jahat atau low density lipoprotein LDL) yang merusak kesehatan.

"Pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi ringan sampai sedang dengan
kelebihan berat badan, puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah," jelas
Abdul Razak Muhidin menyemangati.

Selain itu, hikmah puasa Ramadan bisa membentuk sel-sel baru dan menghilangkan
sel-sel rusak dalam tubuh.Rasa lapar pada orang berpuasa membuatnya menggerakan
 organ-organ internal dalam tubuh dan "memakan" sel-sel yang rusak untuk menutupi
rasa lapar. Pada saat berpuasa badan akan menggantinya dengan sel-sel baru
sehingga bisa kembali berfungsi normal dan beraktivitas.

Kemudian bagi orang sehat, berpuasa dapat mengurangi risiko terkena penyakit
diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena pengurangan konsumsi kalori secara
fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Dengan
pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe 2 yang
disebabkan harmon insulin tidak sensitif lagi mengontrol gula darah.

"Selama kita sehat dan mampu berpuasa, lakukan ibadah ini dengan sepenuh hati
karena selain pahala yang berlipat ganda manfaat kesehatan akan banyak
didapatkan," jelas Ustad Abdul Razak Muhidin yang sedang mengambil pendidikan
pascasarjana di Universitas Airlangga Surabaya itu.

Kemudian hikmah spiritualnya, kata Abdul Razak Muhidin, puasa bisa menghidupkan
nurani dan kepekaan sosial yang tinggi. Rasa peduli, saling asah-asih dan asuh
terbangun secara menyeluruh dalam diri seseorang. Sebab semua hawa nafsu yang
tidak baik akan ditekan dalam jiwanya. Sehingga yang lahir hal-hal positif dan
baik dalam kesehariannya. (tia)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved