Kecelakaan di Laut
Kapal Nelayan Dihantam Ombak Setinggi Dua Meter
Kapal Nelayan Di Hantam Ombak Setinggi Dua Meter, Dua Warga Batam Masih Dinyatakan Hilang
TRIBUNNEWSBATAM,COM. BATAM-Warga Batam yang menggunakan alat transportasi laut harus berhati-hati. Badai dan ombak tinggi mengancam. Minggu kemarin, pompong nelayan yang sedang memancing diperairan Tanjung Sawo, Telaga Punggur tenggelam tersapu badai dan tergulung ombak setinggi dua meter, Minggu (16/10) sekitar pukul 01.30 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, dari peristiwa tersebut dua orang nelayan masih dinyatakan hilang. Empat orang termasuk tekong dan anak buah kapal berhasil menyelamatkan diri ke pulau terdekat. Bahkan dari peristiwa tersebut, pompong bermesin domping yang ditumpanggi enam orang nelayan itu masih belum ditemukan.
Gultom warga telaga Punggur mengatakan, sebelum nelayan itu berangkat memancing ikan ke perairan Tanjung Sawo, katanya, enam orang nelayan itu sempat membeli makanan diwarungnnya.
"Sekitar jam 7 orang itu berangkat melaut bang, sebenarnya orang itu mengantarkan warga Batam yang memancing. Ada empat orang yang menyewa pompongnya itu. Empat orang itu sudah sering menyewa pompong milik Roni warga Pulau Kasam itu,"ujar Gultom.
Gultom menceritakan, saat kejadian sekitar pukul 1.30 WIB, enam orang itu sedang makan siang diatas pompongnya. Tiba-tiba datang angin puting beliung berputar-putar menghantam pompongnya."Pompong orang itu langsung terbalik karena diputar angin puting beliung. Mungkin yang dua orang itu tidak pandai berenang dan tidak menggunakan pelampung. Padahal pulau Tanjung Sawo dekat dari tempat orang itu lego jangkar,"kata Gultom.
Hingga berita ini diturunkan, anggota Sat Polair Polresta Barelang masih melakukan pencarian. Sedangkan tribunnewsbatam masih menunggu kapal Poliar yang akan membawa kelokasi kapal tenggelam untuk menelusuri dua orang nelayan yang masih belum ditemukan.