Minggu, 24 Mei 2026

Polemik Pulau Berhala

Mendagri Larang Jambi Utak-Atik Berhala

Mendagri Larang Jambi Utak-Atik Berhala

Tayang:
Laporan Tribunnews Batam, Tom

TRIBUNNEWSBATAM, PINANG - Gubernur Kepri, HM Sani, tidak akan meminta DPRD memparipurnakan Kepmendagri nomor 44 tahun 2011 sesuai keinginan Aliansi Pemuda Kepulauan Riau. Pasalnya Sani menganggap seluruh langkah mempertahankan Pulau Berhala sudah melibatkan semua elemen termasuk DPRD.

"Dalam upaya uji materi ke Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK), kita sudah sama-sama. Untuk apa lagi kita capek-capek urus hal-hal yang lain," komentar Sani menanggapi tuntutan Aliansi Pemuda Kepulauan Riau ini.

Sani menerangkan, selama ini Pemprov Kepri selalu bekerja sama dengan DPRD dan semua elemen lainnya dalam upaya mempertahankan Pulau Berhala. Bentuk kerja sama itu antara lain bisa terlihat dari pertemuan pembahasan langkah strategis mempertahankan pulau tersebut beberapa waktu lalu. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan dari Kabupaten Lingga, pulau Berhala, pihak eksekutif, komisi I dan pimpinan DPRD. Hasil pertemuan itu senantiasa mengarah pada satu tujuan yang sama yakni mempertahankan pulau Berhala melalui uji materi (Judicial Review) ke MA atau MK.

"Hari ini finalisasi uji materi yang kita ajukan ke MA atau MK. Sebentar lagi ada pertemuan membahas hal tersebut. Itulah tahap perjuangan kita saat ini. Sementara langkah maju adalah sudah ada permintaan dari Mendagri kepada Jambi agar tidak melakukan action di sana. Barangkali hasil dari pertemuan itu belum bisa diekspose karena belum matang. Tunggu pertemuan dulu baru diekspose," jelas Sani kepada wartawan.

Ia sendiri menilai positif aksi unjuk rasa mahasiswa dan pemuda Kepri terkait permasalahan Pulau Berhala. Dia berjanji akan menyiapkan waktu khusus untuk bertemu dengan para pemuda dan mahasiswa tersebut.

Penilaian serupa juga ditunjukkan Sani terhadap aksi aksi unjuk rasa tandingan yang digelar mahasiswa Jambi di Jakarta. Sani sendiri mengaku dalam aksi unjuk rasa tersebut fotonya sempat dibakar dan dirinya pun sempat di-cap secara kurang etis. Namun, dia berusaha menyepekan hal-hal itu. Sebab, orientasi cuma satu yakni tetap mempertahankan pulau Berhala.

"Saya dengar ada mahasiswa Jambi gelar demo di Jakarta. Dalam demo itu foto saya dibakar dan kalau tidak salah, saya di-cap PKI. Tapi saya tidak balas soal PKI itu. Pulau Berhala tetap saya rebut. Jadi jawabannya, pemerintah tetap optimis atau dalam bahasa agama: Insyaallah kita akan menang," ungkap Sani.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved