Asusila

Inilah Komenter Dinas Pendidikan Soal Traffiking Pelajar di Batam

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengaku sangat prihatin terhadap permasalahan

Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengaku sangat prihatin terhadap permasalahan yang dialami SL, anak di bawah umur yang telah menjadi korban trafficking oleh teman yang baru dikenalnya.

"Saya sangat prihatin sekali mendengar pemberitaan itu, dan saya harap serupa kedepan tidak terjadi lagi," kata Muslim Bidim yang dihubungi via selulernya, Minggu (4/12/11).

Menurut Bidin, terjadinya hal itu dikarenakan lemahnya pengatahuan siswa siswi terhadap trafficking itu sendiri, sementara dunia pengetahui semakin maju diluar sana. Dan hal itu yang membuat siswa siswi, terutama anak dibawah umur rentan menjadi korban.

Selain itu, masih minimnya pengetahuan serta pendekatan para guru terhadap anak didiknya juga menjadi salah satu faktor penyebab permasalahan tersebut.

"Kedepan para guru di Batam akan kami berikan ilmu tambahan tentang psikologi dasar, sehingga secara kejiwaan mereka bisa saling mengenal anak didiknya dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dari anak didiknya, sehingga sekecil apapun permasalahan yang mereka hadapi bisa diketahui sedari dini oleh pihak guru, dan jika ada muncul hal-hal yang tidak dinginkan tentunya bisa secepatnya diminimalisir," ungkap Muslim Bidin.

Terlebih dengan suasana pergaulan saat ini yang terbilang lebih maju ketimbang anak-anak sebelumnya, tentunya jika tidak diimbangi dengan guru yang memiliki sikap mental positif yang matang, tentunya sulit untuk memantau kepribadian dari anak didiknya itu sendiri.

Tidak saja para guru, pengawasan dari pihak orangtua, menurut Muslim Bidin juga perlu ditingkatkan. Sehingga apa yang mereka dapatkan disekolah tidak menjadi sia-sia setibanya dirumah.

"Maka dari itu peran serta orangtua juga sangat kami harapkan. Bahkan bila perlu seringla melakukan koordinasi kepada pihak guru apabila ada gelagat aneh yang muncul dari si anak, karena itu tanggung jawab kita semua," terang Muslim.

Dikatakan Muslim lagi, sejauh ini pihaknya sudah bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Kewanitaan serta instansi lainnya yang memang bersinggungan langsung trafficking agar bisa memberikan pemahaman secara dini kepada peserta didik, mulai dari SMP hingga SMU.

Bahkan, sambung Muslim lagi, dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Batam, Dinas pendidikan juga sudah bekerjasama.

"Tapi kedepan kerjasama ini akan terus ditingkatkan dengan cara memberikan pemahaman terhadap dari setiap pergaulan dan permaslahan-permasalahan yang kerap timbul dilingkungan remaja, dan batas-batas pergaulan yang perlu mereka hindari dengan memberikan pemahaman sebab akibat dari permaslahan itu sendiri," pungkas Muslim Bidin.(mau)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved