Asusila

Mucikari: Saya tak Pernah Memaksa!

Mucikari: Saya tak Pernah Memaksa!

Laporan Rachta Yahya, wartawan Tribunnewsbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Susahnya mencari pekerjaan yang layak di republik ini masih menjadi alasan utama ke sebelas orang wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) yang diamankan Satuan Reskrim Polres Karimun sejak Selasa (13/12/2011) sore lalu itu.

Berdasarkan pengakuan beberapa orang PSK itu, mereka pada umumnya tahu mereka didatangkan ke Karimun untuk menjadi pemuas nafsu laki-laki hidung belang. Bahkan mereka mengaku sudah pernah melakukan pekerjaan serupa di beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Sm (26), seorang PSK di Villa 55 mengaku dirinya sudah tahu akan menjadi PSK di Karimun saat pertama kali didatangkan oleh kurir PSK di Jakarta. Bahkan Sm mengaku tidak mempermasalahkan pekerjaan itu dikarenakan sudah tidak mungkin lagi untuk mencari pekerjaan lain yang membutuhkan keahlian tertentu.

Sementara dirinya memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil yang musti dihidupinya sebagai single parent.

"Saya sudah 1 tahun di sini (Karimun, red), sebelumnya saya juga kerja seperti ini (PSK, red) di Jakarta. Saya juga tak masalah dengan pekerjaan ini karna saya tak tahu lagi mau kerja apa, saya tak punya keahlian lain. Sementara saya punya dua orang anak yang musti saya kasih makan," kata Sm terbata-bata.

Saat disinggung suaminya, Sm dengan nada suara terdengar ketus mengaku suaminya sudah mati.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved