Asusila

Pasangan Kumpul Kebo Terjaring Ops Pekat Polres Natuna

Pasangan Kumpul Kebo Terjaring Ops Pekat Polres Natuna


Laporan Rachta Yahya, wartawan Tribunnewsbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA - Su (19) dan Fr (18), sepasang muda-mudi yang diduga hidup serumah tanpa ikatan pernikahan tak dapat berkutik ketika jajaran Polres Natuna yang tengah menggelar operasi pekat Lilin Seligi 2011, Selasa (20/12/2011) dini hari. Apalagi petugas mendapati perut Fr buncit seperti wanita tengah hamil.

Saat diperiksa, kepada petugas, Fr akhirnya mengakui dirinya tengah hamil 2 bulan akibat berhubungan intim diluar nikahnya dengan Su beberapa bulan terakhir tanpa sepengetahuan keluarganya.

Su dan Fr dijaring aparat di kosan mereka di Jemengan Ranai, Jalan Datuk Kaya Wan Mohammad Benteng, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna.

"Kepada kami, keduanya mengaku habis melakukan hubungan layaknya suami-istri tanpa ikatan pernikahan. Keduanya juga baru putus sekolah terutama yang wanita baru sekitar beberapa minggu ini putus sekolah," ujar Kasat Reskrim Polres Natuna, AKP Wiwit Ari Wibisono SH Sik, Selasa sore.

Keduanya kemudian langsung digelandang ke Mapolres Natuna dengan tuduhan telah melanggar Perda Kabupaten Natuna Nomor 10 Tahun 2005 tentang Pekat.

"Keduanya tidak kami tahan, cuma semalam saja. Tuduhan melanggar perda dan tipiring. Mereka juga melakukannya di ruang tertutup yaitu kamar kos," jelas Wiwit.

Lebih lanjut dikatakan Wiwit, terjaringnya kedua pasangan kumpul kebo ini hasil informasi masyarakat. Seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan, kata Wiwit, memberi saran dan menunjuk salah satu kamar kos yang ia lihat ada sepasang muda-mudi masuk ke kamar tersebut. Dan sepertinya masih anak- anak.

Benar saja, saat diperiksa, Su dan Fr kedapatan tengah berduaan. Dan setelah diperiksa rupanya keduanya baru saja selesai berhubungan badan layaknya suami-istri.

"Setelah ditanya rupanya keduanya sudah berkali-kali melakukannya, sampai-sampai saat ini Fr telah hamil dua bulan, dan si wanita baru saja putus sekolah sekitar dua minggu lalu, SMA Kelas 1. Yang laki-laki sama, juga baru putus sekolah dan tak kerja," katanya mengakhiri.

Su dihadapan Wiwit dan kedua orangtua Su, menyatakan mau bertanggungjawab dengan menikahi kekasihnya tersebut. (yah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved