Sabtu, 11 April 2026

Harry : Pemko Batam Harus Aktif Perjuangkan Pengetatan Impor Buah dan Sayur

pengetatan impor buah dan sayuran akan sangat merugikan masyarakat terutama di daerah perbatasan

Laporan Tribunnews Batam, Kartika Kwartya

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis menilai, pengetatan impor buah dan sayuran akan sangat merugikan masyarakat terutama di daerah perbatasan. Oleh karena itu Pemerintah Kota Batam perlu memperjuangkannya ke pusat agar dapat kemudahan.

Menurutnya, kalaupun ada pengetatan impor, untuk daerah perbatasan bisa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak berimbas pada melonjaknya harga komoditas barang tersebut di pasaran lokal.

"Saya sarankan, Pemko Batam berjuang agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian memberikan kuota impor sesuai kebutuhan masyarakat," kata Harry melalui sambungan telepon, Kamis (12/1/2012).

Anggota legislatif dari Dapil Kepri ini meminta Pemko Batam melalui dinas terkait untuk aktif konsultasi ke pusat. Sehingga diharapkan Batam bisa mendapat kelonggaran dalam impor buah dan sayuran ini.

Apalagi mengingat posisi Batam yang minim produksi. Dan Jika pengetatan tersebut dalam rangka mendukung produksi nasional itu tidak masalah. Tapi juga harus memperhatikan kebutuhan daerah perbatasan.

Kebijakan pusat ini akan berdampak negatif yaitu meningkatkan harga sayur dan buah di Batam. Karena jika hanya andalkan sayur dan buah dari Batam, dapat berakibat kenaikan harga.

"Kalau harga dari daerah lain dengan dari Malaysia sama, maka konsumen di Batam rugi. Karena biaya transport dari daerah lain lebih tinggi," kata Harry.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved