Kamis, 11 Juni 2026

Tragedi Xenia Maut

Sopir Ugal-ugalan Tabrak 12 Pejalan Kaki

9 Tewas Tewas, 4 diantaranya Satu Keluarga

Tayang:

Ke empat orang keluarga Benyamin kini telah dibawa ke Jepara Jawa Tengah untuk dimakamkan. Rencananya dari pihak Jasa Marga akan memberikan uang santunan sebesar 25 juta rupiah untuk satu orang keluarga yang meninggal.

Duka pun masih melekat tajam di garis wajah Renawati, sore kemarin. Warga Johar Baru, Jakarta Pusat ini bingung, sedih, bercampur tak percaya, mengetahui cucunya Ujai (15), sudah terbaring kaku di Rumah Duka RSCM.

Huja di matanya adalah cucu yang dekat. Sejak kecil, ketika orangtuanya harus pergi ke Tanah Arab, Renawati lah yang mengurus. "Memang cucu saya banyak. Tapi Ujai saya asuh dan kasih makan sejak kecil," ujar Renawati.

Sore itu, Renawati datang bersama ibu Ujai, Santi. Renawati mengaku, sehari sebelum kejadiaan naas menimpa murid SMA kelas 2 ini, hatinya terus tak tenang. Pikirannya kerap menerawang, gerangan apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Teka-teki pikirannya terjawab. Ketika Minggu pagi pukul 11.10 WIB, Ujai, bersama teman sepermainannya tewas tertabrak Xenia hitam yang dikemudikan Apriyani. Mobil Apriyani keluar jalur, dan menerobos sekumpulan orang yang berjalan di trotoar.

Saban Minggu, Ujai memiliki kegiatan rutin, main futsal di taman Monumen Nasional bersama temam sekampung. Sebelum pergi, Ujai sempat meminta uang ke Santi Rp 10 ribu. Sebagai orangtua, Santi pun menyanggupi permintaan Ujai.

Kepada Renawati, Ujai pun melakukan hal yang sama. Namun sang Nenek saat itu meminta Ujai mengurungkan niat pergi main futsal lantaran orangtuanya sedang ada di rumah.

"Mbah, ini yang terakhir," pinta Ujai memohon kepada Renawati untuk merelakan pergi.

Suara Ujai itu ternyata terakhir kali pertemuan Renawati dengan cucu yang ia rawat sejak kecil. "Saya enggak tahu kalau 'kata terakhir' itu akhirnya akan menjadi begini," tutup Renawati karena mobil jenazah melaju keluar rumah duka.

Keluarga histeris

Korban luka-luka Muhammad Akbar menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dirawat di ruang IGD RSPAD Gatot Subroto. Kepala Dokter Jaga IGD RSPAD Gatot Subroto, Inviction Miguna, mengatakan penyebab Akbar meninggal karena menderita cedera kepala berat.

"Dalam perjalanan, penyakitnya memburuk. Akbar menderita cedera kepala berat, cedera di otak. Akibatnya berpengaruh pada gagal jantung dan pernafasan," ujar Miguna, Minggu malam.

Jenazah Akbar telah dibawa pihak keluarga ke kediamannya di kawasan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Akbar sendiri merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Kakak pria Akbar, masih terlihat emosional atas kejadian tersebut dan berteriak-teriak ingin bertemu pelakunya.

Keluarga M Akbar yang menjadi korban kecelakaan di daerah Tugu Tani histeris sambil memaki saat seorang kameramen mencoba mengambil gambar dari depan pintu masuk IGD RSPAD Gatot Subroto. 

"Nggak boleh mati! Nggak boleh!" teriak seorang perempuan histeris.

Sementara empat korban kecelakaan mobil Xenia, telah dipulangkan ke kampung halamannya Jepara. Sekitar pukul 19.10 WIB, empat jenazah diangkut naik mobil ambulans RSCM.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved