Sidang Mindo Cs
Getwein : Tega Sekali Ujang Bunuh Anak Saya
Getwein Mosse, Ibunda Putri Mega Umboh terus menangis setelah melihat kesaksian menantunya AKPB Mindo Tampubolon di Pengadilan Negeri
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Getwein Mosse, Ibunda Putri Mega Umboh terus menangis setelah melihat kesaksian menantunya AKPB Mindo Tampubolon di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis(23/2/2012).
Pada saat itu juga hadir Kombes Tumpal Manik sebagai saksi dalam persidangan tersebut yang juga turut menghadirkan terdakwa Ujang dan Ros.
Getwein menyebut selama Ujang dan Ros ditahan di Polda Kepri, mereka akan tetap berbohong, padahal mereka sudah membunuh secara sadis putrinya.
"Saya sedih, karena kasus ini direkayasa. Menantu saya tidak terlibat, tapi harus ditahan. Dari sekian banyak saksi dipersidangan tidak ada saksi yang memberatkan menantu saya. Hanya atas pengakuan Ujang dan Ros. Herannya mereka itu tetap dilindungi tidak mau dipindahkan ke Rutan Baloi. Kalau takut mereka terancam tidak mungkin. Kondisi seperti itu sengaja diciptakan," katanya.
Ia mengatakan setelah Ujang dan Ros membunuh Putri lalu memfitnah Mindo.
"Saya sebagai mertua akan tetap membela Mindo, karena dia difitnah. Sudah kehilangan istri, kini harus jauh dari anak. Kami semua terkuras tenaga dan pikiran menghadapi kasus ini, bahkan anak saya Alexander Yodo yang sudah ujian semester terakhir harus batal, karena kami harus di Batam untuk mengikuti persidangan ini," katanya.
Getwein minta agar Ujang dan Ros bisa dipindahkan. "Kami sudah pernah meminta kepada petinggi Polda Kepri supaya Ujang dan Ros bisa dipindah ke Rutan Baloi, tapi alasannya bahwa Ujang dan Ros titipan kejaksaan. Kami melihat tidak ada rasa keadilan. Kenapa menantu kami dipindah ke Rutan tapi Ujang dan Ros yang jelas-jelas membunuh anak saya justru dilindungi. Saya ini anak polisi, suami saya juga polisi dan menantu saya polisi tapi justru kami kami sengsara dibuat polisi," katanya sambil meneteskan air mata.
Ujang dan Ros yang terus berbohong, membuat Getwein yakin bahwa kasus ini penuh rekayasa.
"Hanya satu permintaan saya, supaya Ujang dan Ros dipindah agar jangan terus melakukan kebohongan. Dengan kebohongan yang dilakukan membuat menantu saya harus masuk penjara, hancur nama baiknya dan cucu kami kehilangan kasih sayang dari orangtuanya," katanya.