Sidang Mindo Cs
"Doakan Papa ya nak, kebenaran akan jemput papa,"
Getwein Mosse, mertua Mindo Tampubolon mengatakan perayaan ulang Kezya yang ketiga sengaja dilakukan di PN Batam,
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - "Doakan Papa ya nak, kebenaran akan jemput papa," kata Mindo saat merayakan ulang tahun anak semata wayangnya Kezya 3 tahun.
Mindo bersama keluarga merayakan ulang tahun Kezya yang ketiga tahun di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (27/2/2012) kemarin. Acara ulang tahun Kezya dirayakan saat break (jeda-red) persidangan sekitar 15 menit dengan terdakwa Mindo Tampubolon.
Getwein Mosse, mertua Mindo Tampubolon mengatakan perayaan ulang Kezya yang ketiga sengaja dilakukan di PN Batam, mengingat sebelumnya direncanakan di akan diadakan di Rutan Kelas II A Baloi Batam.
Namun karena sudah malam petugas tidak mengizinkan lagi tamu masuk untuk merayakan ulang tahun Kezya di dalam Rutan.
"Sidang Mindo tadi selesai pukul 17.00 WIB. Jadi tidak diizinkan lagi kalau lewat jam besuk. Kami besok akan ke Rutan untuk merayakan Ultah Kezya yang ketiga. Sudah delapan bulan ditinggal ibunya, jadi cucu saya ini sangat butuh kasih sayang layaknya anak seumurnya," kata Getwein.
Getwein mengatakan Kezya, dua hari sebelum ulang tahunnya mengalami kurang enak badan.
"Saya telepon keluarga Mindo menyampaikan bahwa Kezya kurang enak badan, jawaban besan saya Ibu Mindo mengatakan bahwa Mindo sejak Sabtu sudah tidak bisa tidur dan terus menangis mengingat perayaan ulang tahun Kezya yang kedua yang dilakukan di Natuna. Saya mendengar dari besan bahwa Mindo selama dua hari ini tidak bisa tidur," kata Getwein.
Ia menyebut Mindo teringat malam sebelum ulang tahun Kezya yang kedua. Saat itu Putri Mega Umboh sampai malam mendekorasi rumah dinas di Natuna.
Mereka berada di Natuna, karena Mindo menjabat sebagai Wakapolres di sana. Putri dan Mindo ingin merayakan ulang tahun Kezya dengan penuh kebahagiaan dan sukacita, makanya rumah didekorasi sampai larut malam baru selesai.
"Saat itu mereka bernyanyi bertiga lalu meniup lilin dan sama-sama berpelukan dan mendoakan Kezya. Sekarang seperti ada yang kosong. Perayaan ulang tahun Kezya yang ketiga sudah tidak ditemani oleh ibunya lagi. Sudah delapan bulan Ibunya meninggal secara sadis terbunuh. Saya terharu melihat cucu dan menantu saya yang kehilangan istri dan harus kehilangan kasih sayang terhadap anak. Bukan hanya itu harus ditahan dan nama baiknya diinjak-injak saya sangat sedih. Terkadang saya menangis kenapa harus begini nasib menantu saya ini," kata Getwein sambil menangis.
Ia menyebut saat merayakan ulang tahun ketiga, terbayang wajah Putri sehingga Getwein membelikan kue ulang tahun dengan memajang foto Putri, Kezya dan Mindo.
"Saya belikan hadiah ulang tahun cucu saya. Saya teringat dengan kebahagiaan yang mereka rasakan tapi tidak bertahan lama, anak saya Putri dibunuh secara sadis dan menantu saya difitnah," katanya dan kembali menangis.