Kenaikan BBM
Imbas Demo Tolak BBM, Inflasi Jakarta Naik
Itu tidak akan berlanjut karena situasi Jakarta yang lebih kondusif paska pembatalan BBM.
Kepala BPS DKI Jakarta, Nyoto Widodo, mengaku optimistis hal ini tidak akan berlanjut, karena situasi Jakarta yang lebih kondusif paska pembatalan kenaikan harga BBM. "Maret kan banyak aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM," kata Nyoto di Jakarta.
Dia mengungkapkan, pada pertengahan Maret terjadi pergerakan harga sejumlah komoditas seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Dari kenaikan tersebut pencapaian terbesar hingga 0,40 persen.
Menurut dia, penundaan kenaikan harga BBM pada 1 April kemarin sejalan dengan aspirasi masyarakat, sehingga situasi lebih kondusif. Situasi ini diharapkan dapat mengendalikan laju harga komoditas yang sempat bergerak naik, hingga memicu perkembangan indeks harga konsumen.
Data dari BPS DKI Jakarta menyebutkan, seluruh kelompok mengalami kenaikan indeks yakni kelompok sandang sebesar 0,28 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,20 persen, kelompok bahan makanan serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar masing-masing 0,10 persen, kesehatan 0,04 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen.
Sejumlah komoditas memberikan sumbangan inflasi yang cukup besar pada Maret 2012 antara lain nasi mencapai 0,04 persen, bensin 0,027 persen, cabai merah 0,025 persen, emas 0,021 persen, kontrak rumah 0,014 persen, dan cabai rawit 0,011 persen.
Disusul harga jeruk 0,021 persen, nangka muda 0,006 persen, bawang putih 0,007 persen, sate dan gula pasir masing-masing 0,006 persen, rokok kretek filter 0,005 persen, dan sewa rumah sebesar 0,005 persen.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DKI Jakarta, Dody Rudyanto, menambahkan, indeks kelompok bahan makanan pada Maret 2012 sebesar 156,50 sedikit di atas bulan sebelumnya yang mencapai 156,34. Hal ini dipicu harga sub kelompok komoditas tersebut.
Adapun sub kelompok bahan makanan yang mengalami kenaikan harga hingga mendongkrak laju inflasi antara lain kelompok bumbu-bumbuan 4,57 persen, buah-buahan 0,87 persen, kacang-kacangan 0,56 persen, kelompok bahan makanan lain 0,39 persen, sayur-sayuran, lemak dan minyak masing-masing 0,30 persen serta ikan diawetkan 0,26 persen.
Sementara itu, sub kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi adalah daging hingga 1,37 persen, telur dan susu 1,10 persen, ikan segar 0,19 persen, serta sub kelompok padi-padian dan umbi-umbian mencapai 0,09 persen. (vvn)