TNI AL
Latihan Sea And Jungle Survival Awak Pesawat Udara TNI AL 2012
Komandan Pusat Penerbangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Sugianto SE MAP, membuka Latihan Sea And Jungle Survival
TANJUNGPINANG, TRIBUN- Komandan Pusat Penerbangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Sugianto SE MAP, membuka Latihan Sea And Jungle Survival Awak Pesawat Udara TNI AL 2012, di Apron Lanudal Tanjungpinang, Senin (9/4).
Pelatihan yang diikuti oleh personil Lantamal IV, Wing Udara II dan Batalyon Maharlan IV ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketangapdaruratan dari personil TNI AL terhadap suatu kecelakaan yang terjadi baik dalam operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
Latihan Sea And Jungle Survival Awak Pesawat Udara TNI AL 2012, ini mengambil tema “Pusat penerbangan TNI AL melaksanakan latihan Sea And Jungle Survival 2012 di wilayah Barat Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AL,”.
Menurut Sugianto manfaat yang akan diperoleh pada latihan ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan, kecepatan, ketepatan tindak dan kerja sama tim untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan/ musibah baik di laut maupun di darat.
“Kepada seluruh peserta latihan saya ucapkan selamat berlatih dan laksanakan serta ikuti instruksi pelatih dengan sunguh-sunguh dan semoga latihan ini dapat berjalan dengan baik lancara dan aman serta dapat lebih meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mengemban tugas dimasa kini maupun masa mendatang,” ujar Sugianto saat menjadi inspektur upacara.
Sugianto mengatakan latihan akan dilaksanakan hingga 16 April 2012, dan peserta akan diberikan materi dan ujian di lapangan. Ujian dilapangan akan dibikin scenario kecelakaan pesawat di tepi pantai, karena melihat kondisi wilayah Lantamal IV yang sebagian besar kepulauan.
“Skenario ini akan menguji kemampuan personil TNI AL menyelamatkan kecelakaan pesawat di eilayah laut dan darat,” ucap Sugianto. Dia mengtatakan kecelakaan udara ini bisa saja terjadi karena beberapa factor yakni gaktor alam (cuaca), bahaya Navigasi, kondisi peralatan maupun kesalahan manusia (human Error).
Sugianto mengatakan pelatihan ini akan terus berlanjut dengan mengandeng pemerintah daerah. Pembukaan pelatihan tersebut di hadiri oleh Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Darwanto, Dan Wing Udara II Kolonel Laut (P) Sujatmiko, Danlanudal, para asisten Lantamal IV dan instansi pemerintah daerah. (gas)