Legislatif
Kepri Perlu Punya Laboratorium Perikanan
Manfaat dari program pelepasan 5 ribu bibit ikan Bawal Bintang di wilayah pantai desa
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Manfaat dari program pelepasan 5 ribu bibit ikan Bawal Bintang di wilayah pantai desa Penghujan kecamatan teluk Sebong kabupaten Bintan pada 2010 lalu, sudah cukup dirasakan oleh masyarakat nelayan di wilayah tersebut, saat ini.
"Masyarakat nelayan di situ mengaku setelah 5 ribu bibit ikan itu dilepaskan ke laut, mereka banyak menangkap jenis ikan yang dilepaskan ini," ujar Yudi Carsana, anggota DPRD Kepri dari fraksi PAN, beberapa hari lalu.
Keberhasil tersebut mendorong DKP pusat (Kementerian Kelautan dan Perikanan_red) yang sebelumnya menggulirkan program ini, menambah lagi jumlah bibit ikan yang sama di perairan wilayah itu. Yudi yang ikut juga dalam acara pelepasan, menginformasikan bahwa ada 10 ribu bibit ikan Bawal Bintang dilepaskan lagi ke laut, saat itu. Dan, diperkirakan sekitar 6-7 bulan kemudian, bibit ikan tersebut sudah bisa ditangkap oleh masyarakat nelayan di sekitar perairan ini.
"Jadi ada 10 ribu bibit ikan dilepaskan dan diberikan kepada masyarakat desa Penghujan oleh DKP. Pada 2013 nanti, ada 50 ribu bibit ikan akan dilepaskan lagi ke laut," ungkap anggota Komisi II DPRD Kepri itu.
Menurut Yudi, program pembibitan dengan cara melepaskan ikan ke laut ditempuh DKP pusat untuk tetap menjaga populasi ikan di laut. Program ini didasarkan pada hasil penelitian DKP pusat yang menyatakan bahwa setiap hari seorang nelayan rata-rata bisa menangkap 1 kg ikan dari laut di sekitarnya.
"Kita misalkan saja, kalau di Kepri ini ada sekitar 1000 orang nelayan, berapa banyak ikan yang ditangkap dalam sehari. Itu belum terhitung telur ikan. Pertanyaannya, kapan jumlah ikan yang ditangkap bisa dikembalikan," jelas Yudi membuat perhitungan secara garis besar.
Bereferensi pada penelitian ini, Yudi sendiri pun mengaku sangat mendukung program pembibitan tersebut. Hanya saja dia mengharapkan dukungan pemerintah provinsi (Pemprov) Kepri terhadap program DKP pusat itu.
"Akan kami usahakan ada laboratorium perikanan untuk penelitian di situ. Karena tempatnya bagus, letaknya di teluk. Makanya kami minta dukungan pemerintah," rencana Yudi, anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Bintan itu.
Rencana pengadaan laboratorium ikan ini dimunculkan hampir bersamaan dengan usulan pembangunan tempat pengawetan dan pelabuhan ikan bagi para nelayan.
"Kelautan dan perikanan di Kepri sudah dikelola selama 7 tahun. Tetapi tempat pengawetan ikan tak ada, pelabuhan ikan pun tak ada. Ini hampir setiap hari hanya ada pelatihan terus-menerus atau lomba masak ikan. Yang dijual itu ikan mentah bukan ikan masak. Kami akan minta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk perhatikan hal ini. Kalau sampai 6 bulan tidak diperhatikan juga, kami suruh turun," tegas Jumaga Nedeak, anggota Komisi II DPRD Kepri, dari fraksi PDIP, belum lama ini. (tom)