Demo
Para Pekerja Hotel Swiss INN Batam Mengadakan Aksi Demo Hotel
Para pekerja Hotel Swiss INN Batam mengadakan aksi demo didepan pelataran lobi Hotel Senin (30/4) pagi.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Para pekerja Hotel Swiss INN Batam mengadakan aksi demo didepan pelataran lobi Hotel Senin (30/4) pagi. Mereka menuntut agar pihak manajemen mensepakati upah sundulan yang mereka minta. Karena selama ini upah sundulan yang dianggarkan tidak mencukupi lagi.
Selain itu mereka juga meminta keadilan kepada pihak manajemen Hotel agar bisa melihat dan memilih-milih untuk memberikan upah sundulan bagi pekerja, pasalnya pekerja dengan masa kerja setahun dengan 10 tahun disamakan saja.
"Pihak manajemen juga harus memberikan alasan mengapa kita yang bekerja selama 10 tahun dismakan dengan yang baru masuk satu tahun. Inikan gak jelas ceritanya," ujar Binsar Tamba yang merupakan ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Swiss INN Hotel.
Pekerja sendiri memintak upah sundulan sebanyak Rp 20 ribu pertahun, namun pihak manajemen hanya memebrikan Rp 5 ribu pertahun. Hal ini yang membuat mereka melakukan Protes. Aksi ini sendiri sudah dilakukan oleh para pekerja semenjak tanggal 24 april lalu, izin yang mereka mintak dari pihak kepolisian sampai tanggal 30 april, namun jika Aksi mereka tidak ditanggapi mereka akan melakukan aksi-aksi yang lain untuk menuntut kejelasan ini.
"Kami meminta kepada pihak manajemen mengabulkan permintaan kami kalau tidak kami akan melakukan aksi kembali," lanjutnya.
"Hotel Berfasilitas internasinal tapi gajinya Ndeso," itu salah satu tulisan yang terpampang dalam sepanduk para pendemo. Selain itu para pendemo juga mengatakan akan melakukan mogok kerja sampai permintaan mereka dikabulkan.
Pantauan Tribun dilapangan. Aktifitas didalam hotel berlanjut seperti biasa. Tidak ada penutupan dihotel tersebut, situasi ini terlihat aneh, keluar masuk para tamu hotel tidak terhambat oleh aksi tersebut. Malahan ada salah seorang memarkirkan mobilnya tepat didepan lobi tempat para buruh melakukan aksi demo tersebut. Saat orang itu turun dia malah mengancam kepada para buruh dan mengtakan.
"Jangan sampai kena mobil saya, awas kalian," peria tersebut saat turun mobil. Mendengar perkataan itu para buruh lalu meneriaki dan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak. Pengendara itu tidak menacuhkan teriakan para pendemo, malahan pengendara tersebut mengejek pendemo dengan cara menunggingkan bokongnya kearah pendemo dan berlalu pergi masuk kearah hotel.
Hal ini membuat para pendemo geram, dia mengancam akan membakar mobil jika mobil tersebut tidak diogeser dari tempat parkiran itu.
"Kami meminta kepada bapak polisi yang terhormat untuk menggeserkan mobil ini, kalau tidak nanti kami yang akan bertindak kami menghitung mundur dari hitungan ke 20," ujar salah seorang orasi.
Sambil menghitung mundur mereka terus berteriak. Dan sampai akhirnya anggota polisi memarkirkan mobil tersebut ketempat lain.
"Terima kasih bapak polisi, hidup pak polisi, hidup pak polisi," ujar para buruh berteriak mengucapkan terima kasih kepada para petugas keamanan yang berada disana.