Pariwisata
Dispar Kepri Dorong Warga Penyengat Sadar Lingkungan
Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Tanjungpinang mulai mewujudkan program menjadikan pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata unggulan berskala nasional dan dunia. Program tersebut diawali dengan Kampanye Sadar Wisata dan Sapta Pesona yang digelar dari 4 Mei - 2 Juni 2012.
Guntur Sakti selaku kepala Dispar Kepri, Jumat (4/5), mengatakan program yang digulirkan itu sengaja dibuat dengan lebih banyak melibatkan peran serta masyarakat. Pelibatan tersebut antara lain diwujudkan dengan menggelar perlombaan kebersihan lingkungan dan kantin-kantin yang ada di pulau Penyengat ini.
"Kami sudah membuat komitmen untuk menjadikan pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata di tingkat nasional dan luar negeri. Tetapi ini semuanya tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, 1 bulan dari sekarang, kami akan menggelar perlombaan kebersihan lingkungan RW di pulau Penyengat. RW mana yang paling bersih akan kami beri uang tunai," kata Guntur di hadapan seluruh masyarakat pulau Penyengat pada acara pembukaan Kampanye Sadar Lingkungan dan Sapta Pesona.
Perlombaan yang sama digelar juga untuk kebersihan kantin-kantin yang ada di pulau tersebut. Kebersihan kantin-kantin ini, menurut Guntur, menjadi penting karena membawa daya tarik tersendiri bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara.
"Kita mesti hati-hati, karena orang yang datang ke sini akan menjual pulau Penyengat setelah mereka pulang, termasuk terhadap kantin di mana mereka makan. Makanya kami juga akan memberi penilaian untuk kantin yang paling bersih dan pemiliknya akan kami beri uang tunai," ungkap Guntur memberikan promosi seraya menginformasikan bahwa hasil perlombaan itu akan diumumkan 2 Juni mendatang setelah acara senam bersama masyarakat dan jalan santai mengunjungi situs-situs sejarah di pulau Penyengat.
Selain
kegiatan yang melibatkan masyarakat, pemerintah provinsi (Pemprov)
Kepri juga akan membenahi falitas yang ada. Misalnya, memperbaiki
dermaga ke pulau Penyengat, baik di Sri Bintan Pura maupun di pulau
Penyengat dan menghiasinya dengan mozaik-mozaik yang bermotif budaya.
Hiasan-hiasan yang sama pun akan dipasang pada pompong-pompong yang
melayani perjalan laut ke pulau Penyengat.
• Harus Pakai Baju Kurung
Dukungan warga terhadap pulau Penyengat sebagai sebuah destinasi pariwisata di tingkat nasional dan dunia ditunjukkan juga melalui cara berpakaian yang mencirikan budaya Melayu.
"Saya harapkan supaya kita juga bisa pakai pakaian yang sopan. Tidak ada lagi yang pakai celana pendek. Karena itu bukan menunjukkan kekhasan kita sebagai masyarakat Melayu. Semuanya harus pakai baju kurung," himbau Abdul Jalil sebagai tokoh masyarakat di pulau Penyengat dalam pidato pembukaan Kampanye Sadar Lingkungan dan Sapta Pesona ini. (tom)