Rabu, 10 Juni 2026

Pariwisata

Dinas Pariwisata Karimun Bangun Bungalow di Lokasi Air Panas

Dinas Pariwisata Karimun Bangun Bungalow di Lokasi Air Panas

Tayang:

Laporan Rachta Yahya, wartawan Tribunnewsbatam.com


TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN –
Kabar gembira bagi dunia pariwisata Karimun. Mulai tahun 2013 mendatang, Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Disparsenibud) Karimun menganggarkan dana sekitar Rp 2, 5 miliar bagi rehabilitasi sejumlah objek wisata di pulau Buru. Anggaran tersebut berasal dari bantuan APBD Provinsi Kepri sekitar Rp 500 Juta dan sisanya sekitar Rp 2 miliar dari APBD Kabupaten Karimun tahun 2013 mendatang.

“Itu rencana kami, mudah-mudahan jebol di APBD Kepri dan APBD Karimun pada tahun 2013 mendatang,” ujar Kepala Disparsenibud Karimun, Syuryaminsyah usai napak tilas bersama wartawan di Pulau Buru, Sabtu (19/5/2012) kemarin.

Anggaran sebesar Rp 2, 5 miliar tersebut rencananya akan diperuntukan bagi perbaikan dan pengembangan objek wisata kolam air panas di Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru. Dengan anggaran sebesar itu, Syuryaminsyah mengaku akan membangun seperti bungalow sekitar kolam air panas tersebut.

Selain itu, sejumlah infrastruktur seperti akses jalan ke sejumlah objek wisata di Pulau Buru tersebut juga direncanakan dipugar. Itu mengingat akses jalan sebagian besar masih berupa tanah dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Untuk rencana ini, Wak Min, panggilan akrab mantan calon Wakil Bupati Karimun periode 2011-2016 lalu itu akan berkoordinasi dengan pihak legislatif DPRD Karimun dan Dinas Pekerjaan Umum Karimun.

Selain itu, Wak Min juga berjanji akan terus meningkatkan koordinasi dengan pihak Kecamatan Buru selaku pengelola wilayah. Koordinasi tersebut diantaranya berupa rencana pengadaan alat transportasi seperti kapal dari Pulau Buru ke Desa Tanjung Hutan sebagai bagian dari paket wisata.

“Sebenarnya ini (pengadaan kapal, red) lebih tepat ke Dinas Perhubungan Karimun namun jika kami ditunjuka, kami siap-siap saja,” ujar Wak Min.

Hal hampir senada juga dikatakan Camat Buru, Ramli dengan mengatakan akan mengusahakan terciptanya satu paket wisata penuh ke pelancong baik dalam maupun luar negeri ketika hendak mengunjungi situs-situs budaya dan objek wisata yang ada di daerah pimpinannya.

“Saya punya cita-cita menghadirkan paket wisata. Diawali dengan kunjungan ke cagar budaya makam Badang, makam orang pertama yang menghuni Pulau Buru yakni makam Moyang Seraga asal Singapura, Masjid Besar Raja Haji Abdul Ghani, pantai Ambat dan diterukan dengan naik kapal ke Tanjung Hutan, lokasi kolam air panas berada dengan jarak tempuh sekitar 10 menit,” kata Ramli.

Berdasarkan pantauan Tribunnewsbatam.com, Sabtu kemarin. Cagar budaya dan objek wisata di pulau Buru tidak kalah menarik dengan cagar budaya yang ada di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Namun saying, cagar budaya dan objek wisata tersebut kurang terawat. Itu mengingat, sebagian cagar budaya tersebut dari cukup jauh dari pemukiman warga atau tepatnya di tengah hutan.

Akses jalan ke cagar budaya dan objek wisata tersebut juga tidak memadai yakni berupa jalan tanah dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Dan jika hujan turun, sering kali jalannya berlumpur dan becek. Begitu juga halnya dengan alat transportasi dan promosi yang masih kurang sehingga acap kali tidak terekspos ke masyarakat luas.

“Padahal sebagian cagar budaya itu masih kuat kaitan dengan kebudayaan Melayu di Pulau Penyengat, seperti halnya Masjid Besar Raja Haji Abdul Ghani ini, masih ada kaitan dengan Masjid di Pulau Penyengat. Bahkan bangunannya direkatkan dengan putih telur. Begitu juga dengan makam-makam cagar budaya itu kuat kaitannya dengan budaya Melayu Singapura,” kata Ramli menjelaskan. (yah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved