Kelangkaan BBM
Tujuh Pangkalan Minyak Tanah di Karimun Ngadu ke Dewan
Diduga Imbas PHU PT CAK, Sedih Warga Tak Dapat Minyak Tanah
Tayang:
Laporan Rachta Yahya, wartawan Tribunnewsbatam.com
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN – Meski pemutusan hubungan
usaha (PHU) PT Cahaya Ampera Karimun (CAK), distributor 588 Kilo Liter (KL)
minyak tanah subsidi oleh PT Pertamina (Persero) wilayah kerja mulai dilakukan
30 Mei mendatang tapi kelangkaan minyak tanah subsidi di Kabupaten Karimun
sudah terasa. Kecamatan Buru, Kecamatan Durai dan sebagian daerah di Pulau
Karimun, minyak tanah subsidi mulai susah didapat.
Akibatnya, 6 pangkalan minyak tanah subsidi dari
Kecamatan Buru dan satu dari Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan
Tebing, Senin (28/5/2012) sekitar pukul 14.30 WIB mendatangi gedung DPRD
Karimun.
Mereka diterima Komisi A DPRD Karimun bidang Hukum dan Pemerintahan antara lain Jamaluddin SH (Ketua) dan Zulfikar (Wakil Ketua). Mereka mengadukan nasib pangkalan mereka yang ikut terkena imbas PHU PT CAK oleh PT Pertamina (Persero) wilayah kerja Kepri tersebut.
“Kami seakan ikut terseret dalam permasalahan yang ada.
Kalau pun mau dikenakan sanksi, jangan pula kami yang tak tahu apa-apa ini ikut
jadi korban. Kalau ada pangkalan yang nakal, cukup lah mereka saja yang
dikenakan sanksi,” ujar seorang pemilik pangkalan di Pulau Buru.
Sementara pengalihan distributor yang dijanjikan
Pertamina sebagai pengganti PT CAK, dikatakan pemilik pangkalan tersebut tidak
efisien. Akibatnya, selain usaha mereka mati suri karena pasokan minyak tanah
subsidi yang selama ini lancar-lancar saja saat dipegang PT CAK sekarang mati
suri. Imbasnya, masyarakat konsumen menjerit karena sulitnya mendapatkan minyak
tanah subsidi.
“Saya malah sempat meneteskan air mata, sedih melihat
warga masih ada yang menenteng derijen kosong padahal sudah azan maqrib,”
timpal pemilik pangkalan minyak tanah asal Pulau Buru lainnya.
Beda lagi dengan Amirullah, pemilik pangkalan di Guntung
Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Tebing. Amirullah mengaku sudah ada
orang dari PT Kuda Laut, agen yang dikabarkan sebagai pengganti PT CAK, Yuswar
Yahya dari Hiswana Migas Karimun dan Pitok dari Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Karimun datang ke rumahnya malam-malam meminta
membeli minyak tanah ke PT Kuda Laut pada masa akan datang.
“Namun saya kecewa, tadi saya ke sana (PT Kuda Laut, red)
untuk ambil jatah minyak tanah, mereka bilang tak ada,” ujar Amirullah.