TNI AD
Ahmad Rizal Ramdani, Dandim 0316 Batam Minta Maaf ke Wartawan
Ahmad Rizal Ramdani, Dandim 0316 Batam Minta Maaf ke Wartawan
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Hariyati
TRIBUN, BATAM- "Sayapun tidak bisa dapat informasi kalau tidak dari teman-teman media," ucap Ahmad Rizal Ramdani, Dandim 0316 saat berkunjung ke Kantor Harian Kompas, Selasa (29/5) malam.
Datang sendirian, tanpa dikawal anak buah, mengenakan pakaian kotak hitam-putih, dipadu celana jeans hitam, dan memakai sandal, Rizal tampak akrab di antara belasan wartawan dari media cetak dan televisi yang mengelilinginya.
Tidak ada kalimat bak perintah atasan kepada anak buahnya. Semua kata yang terucap mengalir bersahabat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan kurang sopan anggotanya di lapangan, terkait perampasan kamera wartawan Batam TV, Bagong Sastranegara saat melakukan tugas jurnalisnya di SPBU Batu Aji.
"Saya berupaya dekat dengan teman-teman, konsep kerja yang pernah saya lakukan di Medan adalah saling tukar informasi di antara kita. Saya secara pribadi, maupun komando, ke depan, besar harapan kami, tidak terulang kejadian seperti ini kepada teman-teman yang lain," ungkap Dandim 0316 ini.
Iapun sudah memberikan sanksi kepada anggotanya yang melakukan tindakan perampasan, menghalang-halangi tugas jurnalis.
Sebagai wujud mendekatkan antara institusi profesi wartawan dan tentara, Rizal telah lama berencana membangun Cafe Jurnalis di daerah Pos Babinsa, Nagoya. Namun hal itu belum terlaksana, terkendala masalah surat-menyurat.
Beberapa rekan wartawan memberikan masukan kepada Rizal.
"Di area publik, seperti SPBU, wartawan tidak perlu meminta izin untuk pengambilan gambar," ujar Muhammad Nur, Ketua AJI Batam.
Pernyataan itu ditanggapi candaan Rizal. "Perasaan anggota kita di lapangan, dia kayak David Becham. Maklumlah dia kayak selebritis, makanya harus izin dulu," selorohnya.
Namun, Rizal bertekad meminimalisir tindakan anggotanya di lapangan dengan penekanan-penekanan khusus dari Dandim.
"Kapan kita main (futsal) lagi?", tanya Rizal kepada rekan wartawan laki-laki, usai bersalaman khas pejabat negara dengan Bagong Sastranegara (cipika-cipiki) dan wartawan lainnya, sebelum melanjutkan pertemuannya dengan pihak lain. (wie)