Pariwisata
Waduk Sei Gesek Bisa Jadi Spot Wisata Air
--Hilangkan Kesan Rawa dan Semak Belukar
Tayang:
Laporan Muhammad Ikhsan Wartawan Tribunnews Batam
BINTAN,
TRIBUN - Pembersihan lahan (land clearing) mulai dilakukan pihak
kontraktor pembangunan Waduk Sei Gesek beberapa hari terkahir. Tampak di
samping kiri dan kanan jembatan sebelum Simpang Gesek ini, alat-alat
berat seperti escavator melakukan perataan rawa-rawa yang sebelumnya
dipenuhi pohon dan semak.
Konsep waduk Sei Gesek, dikatakan
Yadi, salah seorang pengawas pekerjaan proyek ini, juga tak kalah bagus
dengan Waduk Sei Pulai.
"Dalam
masterplan pembangunannya, Jika sudah selesai, pemandangan yang ada saat
ini, akan berbeda. Karena akan terhampar waduk dengan luas 27 hektar.
Namun untuk embungnya sekitar 12 hektar selebihnya pohon dan rawa akan
dipertahankan untuk daerah resapan," sebut Yadi, saat ditemui di
sela-sela pengerjaan waduk ini, Senin (23/7)
Ia menjelaskan saat ini baru
dilakukan tahapan awal pembersihan lahan seluas 2 hektar di samping kiri
dan kanan waduk. hamparan waduk yang paling luas berada di samping
kanan jalan, jika pengendara melintas dari Tanjungpinang menuju Kawal.
"Ini kalau rampung semuanya,
ditargetkan dalam setahun ke depan. Tampilan rancangannya cukup bagus,
cocok lah untuk tempat wisata juga nanti" ujar Yadi lagi.
Waduk Sei Gesek sebelumnya dibangun untuk menambah
suplai kebutuhan air bersih ke Tanjungpinang. Namun kapasitas waduk ini
diperkirakan hanya akan mampu mengakover kebutuhan hingga batu 10.
"Kalau kapasitasnya paling cuma sampai batu 10 lah," tambah Yadi.
Sisi
kiri dan kanan waduk yang di pisahkan jalan ini akan dibangun batu
miring untuk memperkoh jalan aspal dari hempasan air. Aliran air di
kedua sisi ini akan terhubung, selain dari bawah jembatan yang ada saat
ini juga akan dibangun satu box culvert (gorong-gorong) sekitar 10 meter
dari jembatan.
Seperti diketahui sebelumnya,
kapasitas produksi maksimal waduk ini diperkirakan bisa hingga 160 liter
per detik. Anggaran pembangunan waduk disebutkan mencapai Rp34 miliar.
Berasal alokasi APBN Rp.15 M dan APBD Provinsi sebesar Rp.19 M. (san)