Kampung Seraya Terbakar

Tinggalkan Keluarga Demi Dapur Umum

Suasana duka masih meliputi warga RT 02 dan 03 RW 02 di Jalan Candi Muara Takus, Kampung Seraya, Batam, Selasa (21/8) pagi.

Berlebaran di Tenda Darurat (2)

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryanti

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Suasana duka masih meliputi warga RT 02 dan 03 RW 02 di Jalan Candi Muara Takus, Kampung Seraya, Batam, Selasa (21/8) pagi.

Meskipun demikian, kebanyakan korban kebakaran sudah dapat berbesar hati, menerima bencana yang mereka alami.

Pantauan Tribun sekitar pukul 11 pagi, Rabu (22/8) di posko korban kebakaran, Rumah Dinas Pertamina Nomor 15, Bukit Senyum, Batam, rata-rata orang dewasa membaca berita terkait kebakaran yang menimpa mereka.

Apalagi melihat foto-foto kepanikan warga di saat si jago merah menjalar, membumihanguskan tempat tinggal serta harta benda mereka.

"Oh.. Ini ternyata yang namanya Geri," komentar warga itu lagi setelah melihat sosok Geri yang mengenakan baju tahanan warna orange.

Warga Negara Singapura yang dipergunjingkan ini diduga adalah pemicu hangusnya puluhan rumah warga.

Meski warga umumnya belum melakukan aktivitas, beberapa anak lelaki asyik bermain sepak bola di rerumputan halaman samping kanan posko kebakaran. Tampak ada dua bola kaki usang di sana yang sudah mulai kempes.

Permainan itu setidaknya menjadi pengobat kebosanan mereka selama beberapa jam ada di posko kebakaran. Saking asyiknya bermain, sekitar lima orang anak lelaki berusia 7 tahunan itu, tak memperdulikan lagi pertanyaan yang singgah kepada mereka.

"Bolanya sempat diselamatin, ya, kemarin?," tanya Tribun. Seorang anak lelaki hanya melihat kepada Tribun sambil tersenyum, dan sesaat kemudian kembali larut dalam permainan sepak bolanya.

Di posko kebakaran itu juga sudah dibentuk dapur umum. Beberapa relawan, termasuk korban kebakaran ikut ambil bagian memasak makanan untuk korban kebakaran di Kampung Seraya ini.

Seperti yang dilakukan Syarifah Syamsiah, kader Siaga sekaligus kader Posyandu di Kampung Seraya, dan Yanti, warga Bengkong Harapan 2, yang dahulunya menjadi warga di Kampung Seraya ini.

Kepada Tribun, mereka mengaku sudah dua kali menjadi relawan memasak untuk korban kebakaran.

"Ini sudah yang ke-2 kalinya saya ikut di dapur umum. Senanglah bisa membantu mereka. Kami tetanggaan dan sering ikut pengajian bersama, makanya tergerak hati untuk ikut membantu. Apalagi ini sesuai dengan tujuan dari Kader Siaga di Kampung Seraya, siap ditempatkan di mana saja," ucap Syarifah, yang dahulunya atlet voli ini.

Perempuan berusia sekitar 40-an tahun ini mengaku, kegiatan-kegiatan positif yang dilakukannya ketika remaja, secara tidak langsung memupuk jiwa sosial yang tinggi pada dirinya. Begitu pun halnya yang diakui Yanti.

"Sama kami berdua ini. Kemana-mana sama, karena saya kader Posyandu di Kampung Seraya ini dulunya, sedangkan ketuanya Ibu Syarifah. Jadi sudah terbiasa ikut yang beginian," ucap Yanti.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved