Rabu, 8 April 2026

Kampung Seraya Terbakar

Pencairan Sagu Hati Seraya via Rekening

Pemerintah kota Batam menjanjikan uang sagu hati ditranfer via rekening kepada korban kebakaran Kampung Seraya.

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Sagu hati yang dijanjikan pemerintah kota Batam kepada sejumlah korban kebakaran Kampung Seraya hingga Minggu (26/8) tak kunjung diterima. Sejumlah korban kebakaran masih berharap bantuan segera cair.

"Belum ada sampai sekarang. Katanya mungkin cair 2 atau 3 minggu lagi. Nggak tahulah, informasinya nggak pasti," ujar Deborah, korban kebakaran, ketika ditemui Tribun.

Deborah mengaku hingga saat ini tak tahu hendak tinggal di mana, setelah rumahnya ludes dilalap api. Deborah mengatakan, Jumat lalu, Pemko Batam berjanji akan mencairkan dana bantuan pada Sabtu. Namun setelah ia tunggu-tunggu tak kunjung dapat kabar beritanya.

Maryanis, korban kebakaran lainnya, juga mengatakan hal yang sama. Wanita 60 tahun itu mengaku kecewa. "Ya, kecewalah. Padahal sudah berharap. Kan uangnya bisa untuk bayar kos, beli kompor," kata Maryanis.

Maryanis saat ini hanya bisa menumpang di tempat paguyuban Sumatera Barat di Sei Panas. "Untuk sementara tinggal di sana," jelasnya. Menurut Maryanis, ia masih ingat betul, Pemko Batam akan membantu sagu hati senilai Rp 1 juta kepada para korban kebakaran di RT 02 dan RT 03/RW02, Kampung Seraya.

Sabtu kemarin merupakan batas akhir tanggap darurat yang dicanangkan Pemko Batam. Namun hingga berita ini diturunkan, semua korban kebakaran belum mendapat kepastian akan nasib mereka ke depannya.

B.Sihombing, Ketua Penanggulangan Bencana, mewakili Dinas Sosial Kota Batam, tak bersedia dimintai komentar terhadap permasalahan ini. Padahal Sabtu siang, ia sempat memanggil 6 kepala keluarga yang memiliki rumah, namun disewakan, untuk berembuk akan masalah ini.

Ketika itu Sihombing mengatakan tidak ada ganti rugi melainkan bantuan uang sewa rumah. Bagi mereka yang memiliki rumah di lokasi tersebut akan mendapat bantuan berbeda. Keenam kepala keluarga pun sempat protes. Mereka berharap bantuan yang mereka terima sama dengan warga lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved