Pariwisata
Guntur Khawatir Wisatawan Turun, Ajak Semua Pihak Perangi Virus HIV
Peredaran Virus HIV terus meningkat, apabila tidak ada penanganan secara serius maka virus yang belum ditemukan obatnya
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Peredaran Virus HIV terus meningkat, apabila tidak ada penanganan secara serius maka virus yang belum ditemukan obatnya ini akan mematikan pariwisata di Batam dan Kepri.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti, mengatakan dalam sepuluh tahun terakhir, hanya pada Juli 2012 terjadi penurunan yang sangat tajam angka kunjungan wisatawan ke Kepri.
Ia mengatakan ada banyak faktor penyebab, namun ia bertanya apakah ini ada kaitannya dengan kampanye besar-besaran di Singapura berkaitan dengan testimoni salah seorang warganya yang positif HIV dan katanya terjadi di Batam? Itu masih sebuah pertanyaan.
"Saya tidak bermaksud mengaitkan turunnya angka kunjungan wisatawan dengan tingginya kasus HIV/AIDS di Kepri, namun saya hanya menyampaikan kekhawatiran saya," jelas Guntur di hadapan utusan dari sekitar tiga puluh hotel se kota Batam di hotel Harmoni One Batam Center.
Guntur memberikan pandangan dari sudut kepariwisataan tentang situasi epidemi HIV di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam pertemuan tersebut ia memaparkan bahwa virus HIV bukan saja mematikan manusia, melainkan juga pariwisata.
Kepri memiliki empat pintu masuk pariwisata, dan Batam merupakan salah satu pintu masuk yang menyumbang sekitar 53 persen wisatawan manca negara (wisman), yang didominasi oleh Singapura, dan kemudian 15 persen dari Malaysia.
Pintu masuk berarti semua hal dapat dengan muda masuk ke Kepri, khususnya Batam, termasuk virus tersebut, karena khusus warga Singapura mereka masuk ke Batam 80 persen untuk shopping dan mencari hiburan. Sisanya baru untuk bisnis.
Guntur memberi apresiasi yang tinggi kepada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kepri, maupun KPA Kabupaten/kota di Kepri yang telah banyak mengupayakan penanggulangan HIV/AIDS di provinsi ini. Dia juga mendorong KPA agar bersama-sama LSM dan masyarakat mengupayakan implementasi Peraturan Daerah tentang AIDS (Perda AIDS) di provinsi ini agar berjalan.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam itu mengajak para peserta Pertemuan Assosiasi Pengusaha Hotel & Jasa Hiburan Dalam Implementasi Penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi Kepulauan Riau.
Untuk memulai kampanye pencegahan infeksi HIV di tempat kerjanya masing-masing dengan memberikan edukasi dan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS, program pencegahan yang nyata baik itu konvensional maupun terobosan-terobosan dengan tetap berkoordinasi kepada KPA setempat, sehingga pariwisata kita menjadi pariwisata sehat.