sport
KONI Kepri Beri Santunan Untuk Atlet Yang Mengalami Kecelakaan
Bantuan yang kita berikan ini cuma sebagai bentuk perhatian KONI saja. Meski sebenarnya tidak ada kewajiban KONI untuk itu.
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM- Dengan kondisi kaki kanan diperban serta selang pernapasan terpasang di hidung, Bripda Sudarmanto terbaring tak berdaya di kamar 4 ruang Anggrek RS BP Batam di Sekupang, Kamis (25/10/2012).
Anggota Polsek Bintan Utara ini menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di KM 28 Toapaya Bintan pada 11 Oktober lalu.
Kondisi Sudarmanto telah sadar sepenuhnya, namun ia terlihat sulit berkomunikasi. Tak ada kata yang terucap dari pria berusia 24 tahun tersebut ketika ditanya. Ia hanya bisa mengangguk sedikit saat diajak bicara oleh sang istri.
"Waktu itu posisinya di samping sopir. Mukanya menghantam dashboard," ujar rekan kerja Sudarmanto yang selamat dari kecelakaan tersebut.
Sudarmanto merupakan atlet bola voli yang membela Provinsi Kepulauan Riau pada PON lalu.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Kepri Nur Syafriadi yang datang menjenguk bersama pengurus KONI.
Bahkan Nur sempat mengobrol sebentar dengan istri Sudarmanto, sebelum menyerahkan bantuan untuk ayah satu anak berusia 3 bulan tersebut.
"Katanya mau ada dua kali operasi. Satu operasi besar, satunya perbaikan tulang yang patah di bagian wajah. Kata dokternya di gusi atas ini terbelah, lalu hidung sama tulang pipi patah," tutur istri Sudarmanto menjelaskan.
Untuk sementara ini, biaya ditanggung keluarga. Setelah semua proses selesai baru kemudian diajukan penggantinya.
Pada kesempatan tersebut, Nur juga menyempatkan diri berbicara pada dokter yang merawat Sudarmanto.
Menurut keterangan dokter Qumay, saat dibawa ke RSBP Batam kondisi Sudarmanto sudah sangat buruk. Karena waktu itu ventilator di sana sedang terpakai semua, maka dirujuk ke RS Awal Bros.
"Setelah ventilator dicabut kita bawa ke sini. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Bicara memang belum bisa tapi komunikasi sudah bisa dengan keluarganya," tutur dokter Qumay.
Langkah ke depan, akan dilakukan rekonstruksi terhadap rahang atas Sudarmanto. Namun menunggu kondisinya lebih bagus dan siap untuk operasi.
"Bantuan yang kita berikan ini cuma sebagai bentuk perhatian KONI saja. Meski sebenarnya tidak ada kewajiban KONI untuk itu. Untuk bantuan ke depannya kita lihat nanti," ujar Nur.