35 Warga Lingga Terkena Deman Berdarah
Dinkes Imbau Masyarakat Waspada, Memasuki Musim Penghujan
TRIBUNNEWSBATAM, LINGGA - Memasuki musim penghujan, beberapa daerah di Lingga mengalami peningkatan kasus demam berdarah dan malaria. Hal itu disebabkan terjadinya perkembangbiakan nyamuk yang dengan mudah tumbuh di saat musim penghujan.
Daerah Lingga yang juga banyak memiliki area air payau menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Setidaknya 35 warga di Tajur Biru terkena demam berdarah atau DBD.
"Memang secara umum ada peningkatan kasus demam berdarah maupun malaria. Tidak hanya di Tajur Biru. Setiap tahun selalu begitu. Daerah kita ini banyak kolong dan juga daerah dengan air payau. Di situ nyamuk paling suka," kata Kepala Dinas Kesehatan Lingga, Ignatius Luti, kepada Tribun.
Di Tajur Biru, terdapat 35 pasien demam berdarah selama November yang ditangani oleh puskesmas setempat. Beberapa warga yang diduga mengalami penyakit telah mendapatkan perawatan di puskesma maupun rumah sakit yang ada di Lingga.
Kondisi perubahan cuaca menjadi penyebab tingginya kasus demam dan malaria di Lingga. Luti menyebutkan, Lingga belum bebas dari malia yang bisa merenggut nyawa manusia itu.
"Malaria itu mematikan. Kalau kita tidak peduli dengan kesehatan kita, bisa dengan mudah terjangkit. Kita harus sama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan untuk menjaga kesehatan bersama," ujarnya.
Luti mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan penyemprotan sebagai upaya pencegahan, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kesehatan mesyarakat, kata Luti, menjadi tanggung jawab dinas yang dipimpinnya. Akan tetapi, peran serta masyarakat juga sangat perlu sebab sebanyak apapun tenaga medis tidak mampu mencegah penyakit kecuali dengan peran serta masyarakat juga.
"Karakter nyamuk ini suka di genangan air. Jika masyarakat memiliki bak penampungan air sebaiknya sering dikuras. Nyamuk pembawa demam berdaran dan malaria itu masanya 10 hari. Kalau hujan hari ini, terus ada genangan air, lalu kering, dalam masa itu benihnya masih bisa jadi nyamuk," jelasnya.
Ia berharap masyarakat agar segera melakukan pengobatan ke puskesma ataupun rumah ketika mengidap gejala demam. Sebab, dengan adanya satu orang yang sakit, hal itu bisa menjadi penyebab penularan bagi warga lainnya.