Finance
2030, Ekonomi Indonesia Berada Pada Posisi Ke-7 di Dunia
Keterpurukan Indonesia menjadi berita lumrah. Hampir tiap hari kondisi miris bangsa ini tersaji di media massa.
"Percepatan ini seiring dengan peluang-peluang yang masih terbuka lebar, khususnya di Sulsel yang memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian di Indonesia,” kata Syahrul.
Dikatakan, tak hanya basis pendidikan dan kesehatan, Indonesia Timur, khususnya Sulsel akan disulap menjadi basis ekonomi.
"Tidak perlu jauh-jauh kuliah ke ITB. Soal pendidikan, cukup di Indonesia Timur. Kalau di Jawa ada ITB, kita juga ada ITG di Gowa.
Untuk basis ekonomi, akan diperkuat mengarah ke agri industri yang akhirnya akan menyerap lapangan kerja," jelas Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel tersebut.
Menurut Syahrul, untuk semakin mempercepat capaian tersebut, perlu dorongan regulasi yang seperti airport di Makassar yang dijadikan hub oleh maskapai penerbangan.
"Siapapun Gubernurnya, lima tahun ke depan, pasti pertumbuhan ekonomi Sulsel baik. Biji Mangga saja kalau dibuang pasti tumbuh mangga," ujar Syahrul saat memberikan kata sambutan disambut tepuk tangan para pengusaha.
Ucapan yang sama pernah dilontarkan Syahrul saat bertemu sejumlah bos perbankan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah I Sulampua, belum lama ini.
Waktu itu, dia menganalogikan Sulsel laiknya lautan bensin. Siapapun gubernurnya, pasti pertumbuhan ekonomi sangat mudah. "Tinggal lempar korek saja. Koreknya itu infrastruktur, industri," katanya.(Tribun Timur)