Kamis, 11 Juni 2026

Pendidikan

Mahasiwa Natuna Kecewa Beasiswa Tak Kunjung Cair

Para mahasiswa Natuna di Batam yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Natuna (IPMKN) Batam kecewa berat.

Tayang:
Laporan Tribunnews Batam, Aprizal

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Para mahasiswa Natuna di Batam yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Natuna (IPMKN) Batam kecewa berat. Beasiswa mereka dari Pemerintah Kabupaten Natuna tahun 2012 tak kunjung cair. Ada sekitar 115 orang mahasiswa yang berhak mendapatkan dana tersebut dari berbagai kampus di Batam. 

Beasiswa tersebut biasanya dicairkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ketua IPMKN Batam, Wan Ricci Saputra mengatakan, kerap mendapat telepon dari teman-temannya terkait beasiswat tersebut. Padahal beasiswa itu mereka harapkan bisa meringankan biaya hidup mereka di rantau. 

"Apalagi kwitansi kawan-kawan yang memperoleh dana beasiswa itu sudah saya tanda tangani. Kawan-kawan benar sangat mengharapkan dana beasiswa itu cepat dicairkan," ujar Wan Ricci. Menurutnya, biasanya setiap Oktober, beasiswa sudah cair. Ricci sudah menanyakan perihal ini ke BPKAD namun dijawab, BPKAD masih mengurus permasalahan lain. 

"Biasanya paling telat Oktober akhir, karena anggarannya diplot dari APBD murni. Parahnya lagi, dana bantuan sosial  untuk LSM dan Ormas dari APBD-P sudah ketok palu," kata Mahasiswa semester 7 ini. 

Anehnya, setiap dipertanyakan ke pihak penanggung jawab di BPKAD Natuna, selalu dijawab dengan diplomatis bahwa sedang dalam proses. "Kalau sampai akhir tanggal 20 nanti belum cair, terpaksa kawan-kawan membuat laporan polisi dan menggelar aksi demo. Itu lah satu-satunya jalan terakhir," ungkap Ricci.

Desakan senada juga disampaikan oleh Sekretaris IPMKN Batam, Yendi Partomi, bahwa desakan terus muncul karena mahasiswa merasa heran kenapa beasiswa mereka yang bersumber dari APBD murni belum juga muncul, padahal APBD-P sudah disahkan dan sebagian sudah dibelanjakan.

Berdasarkan penetapan Pemkab, setiap mahasiswa dengan IPK dua koma, akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1,6 juta dan IPK tiga koma akan mendapatkan beasiswa Rp 2,4 juta setiap tahunnya. Sementara mahasiswa yang kuliah di kesehatan akan mendapatkan jumlah yang lebih besar. 

"Batam sendiri lebih dari Rp 300 juta, sementara secara keseluruhan Pemkab Natuna menganggarkan Rp 7 miliar di APBD 2012. Keterlambatan pembayaran dana beasiswa ini juga dirasakan oleh saudara-saudara kami yang ada didaerah lain, seperti pekanbaru, Jogja dan Tanjung Pinang," pungkasnya. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved