HUT BATAM
Wisatawan Masuk Batam Peringkat 3 Nasional
Berdasar data BPS maka wisatawan yang masuk ke Batam merupakan yang tertinggi di Kepri dan menduduki peringkat 3 nasional.
Laporan Tribunnews Batam, Agus, Purwoko
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Biro Pusat Statistik (BPS) Kepri melaporkan, wisatawan yang berkunjung ke Kepri selama bulan Oktober 2012 sebanyak 146.433 orang atau mengalami peningkatan sebesar 7,54 persen dibanding kunjungan wisman selama bulan September 2012 sebanyak 136.165 orang.
Dari tiga pintu masuk, Kota Batam menyumbang sebesar yakni 71,6 persen. Sedangkan Kabupaten Bintan sebesar 11,61 persen, di Kota Tanjungpinang sebesar 17,80 persen. Bila dibandingkan dengan jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011, pada Oktober 2012 juga mengalami peningkatan 6,17 persen. Pada tahun lalu terdapat 137.920 orang.
Dilihat dari kebangsaan, wisatawan Singapura masih merupakan yang terbanyak, yakni 74.780 orang atau sebesar 51,07 persen. Disusul dari Malaysia 20.157 orang atau turun 0,56 persen. Setelah itu dari Cina (4,56 persen), Korea Selatan (4,10 persen), India (3,12 persen), Philipina (2,87 persen), Jepang (2,55 persen), Inggris (2,02 persen), Australia (1,52 persen), dan Amerika (1,28 persen).
Walikota Batam, Ahmad Dahlan menuturkan, sebagai daerah tujuan pariwisata, Batam bertengger di urutan ketiga nasional, di bawah Bali dan Jakarta. Ini menjadi bukti, bahwa pariwisata di Batam dapat tumbuh bersama industri.
Sumbangan pariwisata ke pendapatan asli daerah pun tak sedikit. Tahun 2011, pariwisata menyumbang lebih dari Rp 75 miliar terhadap PAD Batam. Jumlah ini didapat dari pajak hotel, restoran, dan hiburan. Untuk tahun 2013, sumbangan ke PAD ditargetkan sebesar Rp 100 miliar.
"Survei Kementerian Pariwisata menyebutkan setiap wisatawan membelanjakan 300 US dolar uangnya ketika singgah di Batam. Itu artinya, dengan tingkat kunjungan wisata Batam saat ini, Batam menyumbang 300 juta US dolar ke negara," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri, menambahkan tumbuhnya pariwisata itu secara langsung membawa efek tumbuhnya transportasi, akomodasi, restoran, hiburan, kuliner, dan UKM. "Ini yang penting. Sehingga ekonomi masyarakat juga tumbuh," jelasnya.
Sebagai daerah perbatasan, Batam berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Yusfa memaparkan, setiap tahun Singapura mampu mendatangkan 14 juta wisatawan dan Malaysia 24 juta. "Artinya di depan mata kita ada 38 juta wisatawan. Nah, kita ambil 10 persen saja sudah 3,8 juta. Ini merupakan peluang dan tantangan," jelasnya. Peluang tersebut tentu saja tidak akan datang dengan sendirinya. Yusfa menangkap peluang dengan memanfaatkan status Batam sebagai wilayah free trade zone (FTZ).