PERMEN KARET CINTA

Para Guru di Batam Terhenyak Setelah Permen Cinta Beredar Luas

Para guru mengaku khawatir jika peredaran permen itu tak diawasi maka bisa memberikan dampak buruk bagi masa depan para pelajar.

Para Guru di Batam Terhenyak Setelah Permen Cinta Beredar Luas
Tribunnewsbatam.com/Net
PERMEN CINTA - Laboratorium Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) sebenarnya sudah memberi bantuan kepada Surya (Tribunnews Network), untuk mencari tahu apa isi kandungan permen ini. Namun, hasil uji ilmiah yang dilakukan, tetap tidak bisa mengetahui satu per satu kandungan permen.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Sejumlah guru maupun insan pendidikan di Kota Batam, Provinsi Kepri terhenyak. Mereka kaget setelah mendengar kabar beredarnya permen pembangkit libido yang beredar di kalangan remaja di Batam. 

Para guru mengaku khawatir jika peredaran permen itu tak diawasi maka bisa memberikan dampak buruk bagi masa depan para pelajar. Sejumlah sekolah di Batam pun berencana akan mengadakan penyuluhan, termasuk pemantauan terhadap para muridnya, mengenai penggunaan obat-obatan ilegal itu. 

"Saya belum pernah dengar permen libido. Ngeri juga kalau dampaknya seperti itu," ucap Yeni Verawati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Permata Harapan, Jumat (8/2/2013). 

Diberitakan Tribun, permen pembangkit libido yang ditawarkan lewat online juga banyak beredar di Batam. Permen cinta itu banyak digunakan para remaja, terutama di dunia hiburan malam. 

Berdasarkan penelusuran, permen yang bentuk dan rasanya tak ada bedanya dengan permen karet biasa itu banyak dijual di toko-toko obat. Para pembeli umumnya kaum lelaki yang disalahgunakan untuk diberikan kepada para perempuan. 

Sebagaimana iklan yang cukup menggoda di media online, efek dari permen ini biasanya membuat para pengonsumsi larut dalam peningkatan hasrat tertentu.

Diakui Yeni, peredaran permen libido di lingkungan pelajar belum banyak diketahuinya. Namun ia kini cukup ngeri ketika mengetahui dampak dan bahaya yang bisa ditimbulkannya.

Ia menyebut "permen seks" ini layak diasumsikan seperti narkoba. Pasalnya permen itu dapat merusak masa depan pelajar zaman sekarang, apalagi dimanfaatkan orang orang yang tidak bertanggungjawab. 

"Kita tahu pergaulan di Batam sangat bebas. Pelajar gampang terpengaruh. Ditambah lagi kurang kasih sayang dari orangtua. Kalau nggak pintar pintar, bisa terjerumus," ujar Yeni.

Sebagai pengajar, Yeni hanya bisa berpesan kepada murid-muridnya agar berhati hati dalam pergaulannya. Untuk mengantisipasi adanya korban di lingkungan muridnya, ia berencana menindaklanjutinya dengan penyuluhan.

Tribun Batam yang menelusuri tren penggunaan permen ini mendapatkan fakta yang kian mencengangkan. Di kalangan pelajar laki-laki, masalah itu seakan sudah menjadi rahasia umum. 

Cerita-cerita dalam pergaulan, mereka kerap membahas masalah itu yang seakan menjadi kebanggaan tersendiri ketika bisa menceritakan apa yang pernah ia lakukan. 

Rn salah seorang mahasiswa di Batam, misalnya, mengaku sudah lama mengenal obat kuat atau obat untuk menaikkan libido perempuan itu. 

"Obat peransang yang seperti permen karet itu tidak terlalu keras efeknya, hanya untuk merangsang saja. Malah ada obat (lain) bentuknya cair yang ketika diteteskan ke dalam minuman, obat cair itu baru keras efeknya. Selain bisa merangsang libido, bisa juga membuat perempuan tidak sadar," ujar Rn kepada Tribun.

"Yang permen itu sih hanya untuk iseng. Banyak kawan kawan yang iseng di kampus, permen itu dikasih kepada teman teman wanitanya. Tapi pada umumnya di hiburan malam," tambahnya.

Rn mengakui permen merek Sex Love, Chewing Gum, Sexy Gum, Us Passion Cachou adalah di antara yang banyak dibeli kawan-kawannya. Permen berbagai rasa itu lebih diminati karena cukup kental rasa mentolnya. 

"Ada yang rasa strawberry, coklat dan ada juga hipermint. Tapi permen cinta itu mentholnya lebih keras dari permen karet biasa," jelas Rn yang juga nyambi sebagai karyawan hotel itu. 

Bagimana pengakuan dari para korban permen ini? Cinta, salah satu ibu muda yang ditemui Tribun, menyatakan pengonsumsi permen itu biasanya tak sadar jika ia sedang mengunyah permen berbahaya. Ia sendiri pernah menjadi korban sehingga larut dalam pergaulan yang kelewat batas. 

Peristiwa yang tidak akan terlupakan itu, kata Cinta, terjadi pada malam tahun baru tiga tahun silam. Ia bersama teman temannya merayakan tahun baru di daerah Barelang. Pada malam itulah ia terperdaya oleh pacarnya. 

"Ya saat itu masih pacar. Tapi sekarang jadi suami saya," katanya.

Seingat Cinta, obat peransang berupa permen karet yang dikasih cowoknya itu tidak ada bedanya dengan permen karet biasa. Karena tak curiga ia pun mengunyahnya. Rasa permen tak ada istimewanya, tapi efeknya dia rasakan sungguh-sungguh ada.

Dokter spesialis urologi Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr fariz, mengaku baru mendengar kabar peredaran permen love itu dari media. Di dalam ilmu kedoteran, obat semacam itu tidak dikenal. 

"Kami di kedokteran tidak mengenal definisi obat perangsang. Mau bentuknya obat benaran atau seperti permen kami nggak tahu. Saya baru tahu kalau itu ada dan beredar di sini, ngeri juga kalau iklannya seperti itu" ujarnya kemarin. 

Dalam ilmu kedokteran, ia menegaskan tidak ada yang namanya obat kuat. Yang ada hanyalah obat untuk bantuan gangguan ereksi untuk laki-laki. Sedangkan untuk perempuan tidak dikenalnya.

"Seperti Viagra. Itu bukan obat kuat, tapi untuk gangguan ereksi. Dan dipakai juga bagi orang yang terindikasi. Kalau orang yang bisa ereksi tapi makan itu ya salah," ujarnya. (wie/apr/ane)
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved