KEBAKARAN DI KPLI BATAM
Transporter Limbah Resah Sejak PT Mega Green Technology di KPLI Terbakar
Kebakaran yang melanda PT Mega Green Technology di Kabil membuat para transporter limbah di Batam resah.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kebakaran yang melanda PT Mega Green Technology di Kabil membuat para transporter limbah di Batam resah. Sebab selama ini mereka mengangkut limbah dan mengantar ke KPLI Kabil untuk diolah. Kini setelah kebakaran, mereka mulai kelimpungan, karena harus mengirim ke Jakarta dan Bogor.
Hanafi Sihite dari PT Jagar Prima Nusantara yang selama ini mengumpul dan mengirim limbah cair mengaku cukup berdampak setelah perusahaan tersebut terbakar.
“Kalau selama ini kami pengumpul limbah selalu mengantar ke Kabil untuk diolah. Sekarang kami jadi kelimpungan karena harus mengirim ke Jakarta dengan resiko tinggi. Kalau pengiriman jarak jauh tentu banyak resiko, bisa rusak sebelum sampai ke tempat tujuan dan lainnya,” kata Hanafi.
Ia berharap agar PT Mega Green Technology bisa beroperasi kembali supaya pengumpul dan transporter kecil bisa terbantu. “Kebakaran ini besar sekali pengaruhnya terhadap kami. Kami sangat mengharapkan bisa dibangun kembali, supaya pengiriman limbah lebih dekat. Hanya antar ke Kabil, sudah bisa diolah,” katanya.
Direktur PT Mega Green Technology, David Tantri mengatakan sebenarnya dengan kejadian ini pihaknya sangat terpukul. Namun jika ini dibiarkan tentu akan kesulitan untuk mengolah limbah.
“Tahap awal kami melakukan clean-up limbah yang tercecer. Selain itu kami juga menunggu hasil penelitian dari Bapedalda Batam dan juga puslabfor. Kami berharap bisa secepatnya keluar hasilnya,” kata David.
Ia menyebut kegiatan Mega Green selaku pengelola, dan pengumpul limbah seperti sludge oil perlu mendapat dukungan semua pihak, mengingat di Kepri, pengolahan seperti ini dapat membantu pemerintah dalam hal pencemaran di laut terutama saat musim utara yang sering tercemar oli kotor.
Kehadiran Mega Green bisa mengolah limbah cair jenis sludge oil dan oli kotor. Kalau selama ini kapasitas hanya 30 ton per hari pada saat dibangun nanti kapasitas akan meningkat menjadi 50 ton per hari. Pemulihan diperkirakan 3-6 bulan dan setelah itu akan segera dibangun.
Ketua Aspel dan salah satu pemegang saham di perusahaan tersebut Kurniawan yang dihubungi melalui telepon mengatakan bahwa PT Mega Green Technology akan segera dibangun kembali.
“Kami tidak boleh patah semangat, justru harus lebih semangat lagi. Pasca kebakaran menjadi pelajaran yang sangat berharga dan pelajaran juga bagi teman-teman pengolah limbah B3 di Batam. Mudah-mudahan Tuhan tetap memberikan kekuatan pada kami dan kami juga mengharapkan dukungan dari semua pihak agar PT Mega Green Technology dapat dibangun kembali," ujar Kurniawan.
Kehadiran Mega Green dapat membantu mengurangi risiko pencemaran lingkungan kota Batam dan program waste to energy yang didengungkan dunia khususnya negara yang sekarang kekurangan energi.
Ketua Komisi III DPRD Batam, Yunus Muda mengatakan PT Mega Green Technology supaya bisa bangkit. Selama ini pemerintah merasa terbantu untuk mengolah limbah dan meringankan transporter pengangkut limbah. Mereka , tidak harus jauh lagi ke Jakarta mengirim limbah. “Kita dorong agar mereka bangkit jangan sampai putus harapan, karena ini demi kebaikan lingkungan kita,” papar Yunus. (*)