Sabtu, 30 Mei 2026

KEBAKARAN DI KPLI BATAM

Transporter Limbah Resah Sejak PT Mega Green Technology di KPLI Terbakar

Kebakaran yang melanda PT Mega Green Technology di Kabil membuat para transporter limbah di Batam resah.

Tayang:
Laporan Tribunnews Batam, Sihat Manalu

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kebakaran yang melanda PT Mega Green Technology  di Kabil membuat para transporter limbah di Batam resah. Sebab selama ini mereka mengangkut limbah dan  mengantar ke KPLI Kabil untuk diolah. Kini setelah  kebakaran, mereka mulai kelimpungan, karena harus mengirim ke Jakarta  dan Bogor.

Hanafi  Sihite  dari PT Jagar Prima Nusantara  yang selama ini mengumpul  dan mengirim limbah cair mengaku cukup berdampak  setelah perusahaan tersebut  terbakar.

“Kalau selama ini kami pengumpul limbah selalu mengantar ke Kabil untuk diolah. Sekarang kami jadi kelimpungan karena harus mengirim ke Jakarta  dengan resiko tinggi. Kalau pengiriman jarak jauh tentu banyak resiko, bisa rusak  sebelum sampai ke tempat tujuan dan lainnya,” kata Hanafi.

Ia berharap agar PT Mega Green Technology bisa beroperasi kembali supaya pengumpul dan transporter kecil bisa terbantu. “Kebakaran ini besar sekali pengaruhnya terhadap kami. Kami sangat mengharapkan bisa  dibangun kembali, supaya pengiriman limbah  lebih dekat. Hanya antar ke Kabil, sudah bisa diolah,” katanya.

Direktur PT Mega Green Technology,  David Tantri mengatakan  sebenarnya dengan kejadian ini  pihaknya sangat terpukul. Namun  jika ini dibiarkan tentu akan kesulitan untuk mengolah limbah.

“Tahap awal kami melakukan clean-up limbah yang tercecer. Selain itu kami juga menunggu hasil penelitian dari Bapedalda Batam dan juga puslabfor. Kami berharap bisa secepatnya  keluar hasilnya,” kata David.

Ia menyebut kegiatan Mega Green selaku pengelola,  dan pengumpul  limbah seperti sludge oil  perlu mendapat dukungan  semua pihak, mengingat di Kepri, pengolahan seperti ini dapat membantu pemerintah dalam hal pencemaran di laut terutama saat musim utara yang sering tercemar oli kotor.

Kehadiran Mega Green bisa mengolah  limbah  cair  jenis sludge oil dan oli kotor. Kalau selama ini kapasitas  hanya 30 ton  per hari pada saat dibangun nanti kapasitas akan meningkat menjadi 50 ton per hari.  Pemulihan diperkirakan 3-6 bulan dan setelah itu akan segera dibangun.

Ketua Aspel  dan salah satu pemegang saham  di perusahaan tersebut Kurniawan yang dihubungi melalui telepon mengatakan  bahwa PT Mega Green Technology akan segera  dibangun  kembali.

“Kami  tidak boleh patah semangat, justru harus lebih semangat lagi. Pasca  kebakaran  menjadi pelajaran yang sangat berharga dan pelajaran juga bagi teman-teman pengolah limbah B3 di Batam. Mudah-mudahan Tuhan tetap memberikan kekuatan pada kami  dan kami juga mengharapkan dukungan  dari semua pihak agar PT Mega Green Technology dapat dibangun kembali," ujar Kurniawan.

Kehadiran  Mega Green dapat membantu mengurangi  risiko pencemaran  lingkungan kota Batam dan program waste to energy yang didengungkan dunia khususnya negara  yang sekarang kekurangan energi.

Ketua Komisi III DPRD Batam,  Yunus Muda mengatakan  PT Mega Green Technology supaya bisa bangkit. Selama ini pemerintah merasa terbantu untuk mengolah  limbah dan  meringankan transporter pengangkut limbah. Mereka , tidak harus jauh lagi ke Jakarta mengirim limbah.  “Kita dorong  agar mereka bangkit jangan sampai putus harapan, karena ini demi kebaikan lingkungan kita,” papar Yunus. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved