Rabu, 10 Juni 2026

Tim Hacker Jember Mengaku Bertobat dan Ingin Tampil di Sekolah

Jember Hacker Team (JHT) bertekad tampil ke publik untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa tidak selamanya hacker itu jahat.

Tayang:

Wildan mengaku lebih banyak berdoa saat menghadapi hari-hari berat sebagai terdakwa pembobol situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemuda alumnus SMK Balung, Kabupaten Jember itu memilih tidak menggunakan pengacara untuk membelanya. Alasannya, agar persidangan cepat selesai.

“Ya hanya lebih banyak berdoa saja. Pinginnya ya tidak dihukum berat," ujar pemuda asal Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.

Beberapa kali ditanya alasan tidak memakai pengacara meskipun ancaman hukumannya di atas dari lima tahun, Wildan hanya menjawab serupa diiringi senyum dan gelengan kepala.

Wildan yang semenjak masuk Lapas Jember rambutnya diplontos, mengaku agak shock ketika awal masuk Lapas setelah dipindah dari Mabes Polri akhir Maret lalu. Selama di Mabes, ia tidak banyak berkumpul orang. Namun setelah di lapas, ia harus berkumpul dengan 16 orang dalam satu sel. "Agak kaget juga," ujarnya.

Namun lama-kelamaan, ia bisa beradaptasi. Ia memilih lebih banyak mengikuti aktivitas olahraga di dalam lapas. Badannya juga lebih berisi dibandingkan ketika dibawa dari Mabes Polri.

Wildan juga bercerita, sejak dibawa ke Mabes Polri, Januari lalu, ia tidak pernah menyentuh komputer. "Dua bulan gak pake komputer," ujarnya.

Itulah yang membuatnya merasa ‘aneh”. Karena , sejak lulus sekolah tahun 2011, hidup Wildan tidak pernah lepas dari dunia internet. Selain menjadi teknisi dan penjaga warnet Surya.Com di Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, ia juga menjadi admin dalam forum Jember Hacker Team (JHT) --meskipun ia tidak mau mengaku.

Jejak MJL 007 (nama samaran Wildan) dalam JHT banyak terlihat. Ia ikut membesarkan JHT dan menjadi admin di forum meskipun tidak pernah ikut hadir dalam pertemuan kopi darat. "Saya tidak tahu, tidak pernah ikut," ujar Wildan.

Toh, para anggota JHT membenarkan bahwa Wildan adalah anggotanya. Bahkan, karena kemampuan Wildan dalam dunia hacker di atas rata-rata, ia masuk dalam tim khusus di JHT .

"Kalau MJL 007 keluar dari penjara, pasti tenaganya dicari, banyak orang akan memakai keahlian dia," ujar seorang pendiri JHT kepada Surya, sebut saja namanya Budi. Para anggota JHT mau diwawancarai, namun syaratnya tidak ada identitas asli dan foto.

Di JHT, sesama anggota saling menyapa menggunakan nickname (nama julukan). Nickname Wildan adalah MJL 007.

Tema yang masih hangat menjadi perbincangan di forum JHT adalah aksi Wildan yang berhasil membobol situs Presiden SBY. Menurut Budi, Wildan sebenarnya sudah diperingatkan ketika ia sempat bercerita tentang domain situs presiden.

“Seorang teman sudah mengingatkan. Disuruh berhati-hati karena itu milik orang besar," tutur Budi lagi. Ternyata nasib Wildan sedang apes, perbuatan meretas situs SBY akhirnya mengantarkan dia ke penjara.

Kini Budi dan anggota forum JHT hanya bisa memberikan support kepada Wildan. Setiap persidangan, sejumlah pegiat JHT menjadi pengunjung tetap Pengadilan Negeri Jember. Mereka juga akan berbincang dan menemani Wildan setelah persidangan selesai sambil menunggu waktu kembali ke lapas.

Wildan sendiri ketika ditanya harapannya setelah menyelesaikan proses hukum, menjawab ingin menggunakan keahliannya secara baik. Sebelumnya Mabes Polri memastikan akan menyekolahkan Wildan dan merekrutnya sebagai anggota tim Cyber Crime.

Sementara, kedua orang tuanya, Ali Jakfar dan Sri Hariyati, berharap Wildan mendapat keringanan hukuman. Keduanya juga berharap Wildan mengambil pelajaran dan menggunakan keahlian di bidang TI secara baik. (surya/uni)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved