Batam Aero Miliki Empat Hangar Besar
Batam Aero Teknik mendapat kepercayaan mengelola Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).
Masih Edward menyampaikan, untuk saat ini pembangunan MRO tahap pertama telah rampung lebih dari 60 persen. Tinggal pengerjaan beberapa bagian lagi.
Nantinya MRO tahap I ini akan menyerap sebanyak 600 orang tenaga kerja. Dan saat ini proses prekrutannya yang dilakukan disejumlah kota besar yang ada di Indonesia.
Setelah MRO tahap pertama selesai dan beroperasi, Edward menyampaikan, Lion Air akan segera membangun kembali MRO tahap kedua dengan luas lahan mencapai 12 hektar.
"Pembanguna tahap II dijadwalkan dimulai pada Januari 2014 dengan luas lahan 12 hektare," terangnya.
Kenapa Lion Membangun Di Batam Edward Sirait menyampaikan, pemilihan Batam sebagai tempat pembangunan MRO Lion Group yang pertama adalah masih banyaknya lahan yang tersedia di Batam dan ditambah dengan proses perizinan yang cepat.
"Kami sebelumnya telah menjajaki sejumlah tempat yang ada di Indonesia sejak tahun 2009 namun tidak ada yang bisa. Seperti Makassar dan Jawa Timur tetapi mentok di masalah perizinan. Pada tahun 2011 kami ketemu dengan ketua BP Batam langsung diterima dan prizinannya juga cepat," tutur Edward
Dia juga menjelaskan, BP Batam juga memberikan izin untuk membangun taxi way dari runway Bandara Hang Nadim ke hanggar MRO.
"Ketiga yakni kedekatan wilayah Batam dengan Singapura yang memudahkan maskapai menerima pengiriman suku cadang dari OEM (Original Equipment Manufacturer) yang kebanyakan berada di negri singa tersebut," ungkapnya.
Lion Group juga sudah mengkalkulasi bahwa pengoperasian hangar MRO di Kota Batam akan memberikan efesiensi bagi mereka hingga 30 persen baik dari sisi pengeluaran biaya, waktu maupun kinerja SDM dalam kegiatan perawatan/pemeliharaan pesawat.