Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H
Puluhan Penghafal Quran Gelar Khatam Quran Akbar
Masjid Agung Karimun di Poros menggelar khatam alquran akbar, Selasa (14/1/2014).
Laporan Wartawan Tribun Batam, Rachta Yahya
KARIMUN, TRIBUN - Masjid Agung Karimun di Poros menggelar khatam alquran akbar, Selasa (14/1/2014) sekitar pukul 09.00 WIB. Disebut akbar karena melibatkan sedikitnya 60 penghafal alquran atau biasa disebut dengan hafiz.
Sebanyak 22 orang di antaranya mampu menyelesaikan hafalan 30 juz. Sedangkan 12 orang lainnya merupakan santri didikan Quran Centre, Batam, yang berusia 10 hingga 12 tahun.
Para penghafal quran tersebut, sebagian besar diproyeksikan untuk MTQ Kepri ke-5 di Kabupaten Karimun, Maret 2014 mendatang.
"Santri yang mondok di Quran Centre, Batam, itu asli putra Karimun. Sebagian besar dari Hafiz yang ikut pada hari ini, diproyeksikan mewakili Kabupaten Karimun pada MTQ Kepri, Maret mendatang," ujar Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Tribun Batam.
Rafiq yakin kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap generasi muda Kabupaten Karimun. Untuk itu, dengan adanya Khatam Quran Akbar tersebut, Rafiq mengharapkan bisa menjadi motivasi bagi pelajar Taman Pendidikan Quran (TPQ).
Diharapkan mereka terpacu untuk meniru jejak senior-senior mereka yang mampu menjadi penghafal quran. Selain 60 hafiz tersebut, Khatam Quran Akbar di Masjid Agung Karimun, Poros itu juga disesaki ratusan warga dan anak-anak TPQ se pulau Karimun Induk.
Hampir sekitar dua jam mereka secara bersama-sama melafazkan ayat-ayat suci alquran disaksikan Wabup Karimun, Aunur Rafiq, Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kanmenag) Kabupaten Karimun, Afrizal dan sejumlah pejabat di lingkungan Setkab Karimun.
Rafiq juga didaulat membait para hafiz yang telah berhasil menghafal quran terbanyak 30 juz. Prosesi bait itu ditandai dengan penyematan syal di pundak peserta.
Ustaz Zulfan Batubara, panitia acara yang juga pengurus Masjid Agung Karimun mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Masjid Agung Karimun yang diluncurkan mulai 2013 lalu.
"Pesertanya dari berbagai tingkat, mulai dari murid Sekolah Dasar hingga siswa Sekolah Menengah Atas. Mereka mondok, belajarnya tiap hari mulai bakda Ashar sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang Isya. Kalau untuk hafalan 30 juz, normalnya butuh 3 tahun baru mantap hafalannya," ujar Zulfan Batubara.