Pemilik Hotel Pacific Batam Meninggal
Eddy Yanghui Dikenal Sebagai Sosok Yang Bersahaja dan Sangat Dermawan
Eddy dikenal bersahaja, mendiang terbilang berani dan dan tidak pandang bulu dalam memberikan bantuan kepada warga sekitar.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Hadi Maulana
BATAM, TRIBUN - Eddy Hendry atau biasa dikenal Eddy Yanghui, pengusaha dan pemilik hotel Pacific Palace Batam, telah pergi untuk selama-lamanya, Selasa (18/2/2014) lalu sekitar pukul 10.00 waktu Singapura.
Tidak saja pihak keluarga yang merasa kehilangan, sejumlah teman dekat mendiang juga merasa kehilangan dari sosok yang dituakan.
Seperti yang diungkapkan Ketua INTI Kepri, Beny Suwandi yang juga teman kecil mendiang karena sama-sama berasal dari Tanjung Batu, Tanjung Balai Karimun, Kepri.
Ditemui usai melayat mendiang di rumah duka di Carwash Pacifik, Jodoh, Batu Ampar, Batam atau tepatnya di samping Hotel Pasific, ia mengakui sosok Eddy sulit ditemukan untuk seukuran pengusaha yang sukses.
Karena selain sederhana (low profile), mendiang terbilang berani dan dan tidak pandang bulu dalam memberikan bantuan kepada warga sekitar.
"Karakternya sangat luar biasa, sosoknya pemberani dan suka menolong meskipun tidak begitu kenal dengan orang yang ditolong," ujar Beny, Jumat (21/2/2014).
Beny mengaku, pria yang sempat menjabat Dewan Pembina INTI Kepri ini juga dikenal sebagai pengusaha yang pantang menyerah meski berkali-kali gagal.
"Saya selalu ingat apa kata beliau, yakni jangan pernah menyerah untuk berusaha, dan jika sudah berhasil jangan lupa membantu orang yang membutuhkan, siapapun orangnya," kenang Beny.
Di mata Beny, meskipun mendiang terbilang berduit, namun beliau tetap tak sungkan dan membedakan diri untuk bergaul dengan siapapun.
"Mendiang juga berani, bahkan pergi ke mana-mana mendiang selalu sendiri atau bersama keluarganya tanpa ada pengawalan selayaknya pengusaha sukses lainnya," kata Beny.
Tak hanya itu, sambung Beny, meski mendiang terbilang sangat sukses dan sudah hampir 18 tahun meninggalkan kampung halamannya dan tinggal di Belakang Padang, mendiang tetap tidak melupakan kampung halamannya di Urung.
Bahkan mendiang orang yang tak pernah absen memberikan sumbangan untuk pembangunan tepekong yang ada di Urung, Tanjung Batu Karimun.
"Dengan kepergian beliau, INTI Kepri sangat merasakan kehilangan," ujar Beny seraya menambahkan kedepan Inti Kepri akan terus melakukan kegiatan sosial seperti apa yang dipesankan mendiang kepada pengurus Inti Kepri.
Eddy Hendry meninggalkan istri dan lima anak, setelah berjuang menghadapi sakit ginjal yang dialaminya. Sebelum sukses seperti sekarang ini, mendiang terlebih dahulu bekerja di laut belasan tahun, hingga akhirnya memiliki kapal barang dan feri.
Kemudian Eddy Hendry menetap di Belakang Padang selama 18 tahun, lalu pindah ke Batam.